Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur: Senator Australia Pauline Hanson sebar kabar bohong soal Bali

Selasa, 9 Agustus 2022 06:56 WIB
Image Print
Gubernur Bali I Wayan Koster menjawab pertanyaan jurnalis pada sela-sela rangkaian acara G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (8/8/2022). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Badung (ANTARA) - Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut senator Australia Pauline Hanson menyebarkan kabar bohong soal Bali terutama terkait sapi berkeliaran dan kotorannya yang berceceran di jalan sehingga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Bohong, (pernyataan itu) bohong,” kata Koster menanggapi pernyataan Hanson saat ditemui pada sela-sela kegiatannya di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (8/8).

Koster pun menduga Hanson tidak pernah datang ke Bali dan melihat langsung penanganan penyakit PMK di Pulau Dewata.

“(Pernyataan) itu tidak benar. Jangan-jangan dia ngomong tidak datang ke Bali. Ngomong dari jauh sana,” kata Gubernur Bali.

Koster pun lanjut menantang Hanson untuk membuktikan pernyataannya yang dia sampaikan di forum sidang para anggota dewan di Australia.

“Tunjukkan di mana ada kotoran sapi (berceceran di jalan,” kata Koster.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali menegaskan tidak ada lagi kasus PMK di Pulau Dewata.

Sementara itu, Pauline Hanson, dalam video yang diunggah di akun YouTube pribadinya pada 5 Agustus 2022 menyebut kotoran sapi berceceran di jalanan Bali, karena sapi dibiarkan berkeliaran. Kemudian, warga Australia, yang merupakan salah satu kelompok wisatawan terbesar di Bali, menginjak kotoran itu dan membawa risiko penyakit PMK masuk ke Australia.

Hanson, dalam video yang sama, menilai Bali sebagai ancaman serius penularan PMK di Australia. Dalam video itu juga, Hanson keliru menyebut Bali sebagai negara, mengingat Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia.

Walaupun demikian, Gubernur Bali tidak berencana melayangkan surat keberatan terhadap Hanson


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur: Pauline Hanson sebar kabar bohong soal Bali



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026