
Gubernur Kepri: Program "Merangkai Pulau" Perlu Dilanjutkan

Sekarang membutuhkan waktu 5 hari. Ini sudah baik, tetapi akan lebih baik kalau waktu yang dibutuhkan untuk pelayaran rute Bintan menuju Natuna dan Anambas hanya 3 hari
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau HM Sani menyatakan program "merangkai pulau membangun negeri" perlahan-lahan menunjukkan kemajuan dalam lima tahun terakhir, namun perlu dilanjutkan pada masa akan datang.
"Program pembangunan itu terkait kondisi geografis Kepri, yang 96 persen terdiri atas perairan dan sekitar 2.400 pulau sehingga membutuhkan cara-cara khusus," kata Sani kepada puluhan jurnalis di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa.
Program pembangunan itu berhubungan dengan konektivitas pulau-pulau yang berpenghuni di Kepri melalui ketersediaan transportasi laut dan pelabuhan. Jumlah kapal dan pembangunan pelabuhan di tempat yang tepat akan mempercepat lalu lintas uang, barang dan orang.
Lima tahun lalu hanya ada dua kapal Pelni yang melayani penumpang dengan rute Kijang, Bintan menuju Natuna dan Anambas.
Kapal itu membutuhkan waktu selama 10 hari mengelilingi pulau-pulau yang ada di Anambas dan Natuna.
"Sekarang membutuhkan waktu 5 hari. Ini sudah baik, tetapi akan lebih baik kalau waktu yang dibutuhkan untuk pelayaran rute Bintan menuju Natuna dan Anambas hanya 3 hari," ujarnya.
Tahun ini, lanjutnya Pemerintah Kepri mendapat bantuan dua kapal dari Kementerian Perhubungan. Pemerintah Kepri dan Menteri Perhubungan sudah membahas rencana itu secara intensif.
"Dengan 4 kapal, saya pikir merangkai pulau bisa tercapai, tetapi ini harus didukung dengan pelabuhan. Selama ini tidak ada pelabuhan yang representatif di pulau-pulau," katanya.
Sani menambahkan di Pulau Midai, Subi tidak ada pelabuhan yang dapat dijadikan tempat bersandar kapal. Sementara pelabuhan di Pulau Letung, Serasan sudah dibangun sejak beberapa tahun lalu.
"Pelabuhan di Midai, Pulau Laut, dan Subi tahun ini dibangun. Lengkap sudah pelayanan prima untuk transportasi laut," katanya.
Selain fokus pada kapal pengangkut penumpang, Pemerintah Kepri juga sudah membangun dermaga Kapal Roro rute Batam-Tanjunguban dan sebaliknya.
Kapal Roro di Dompak mengantar barang dan orang ke Karimun. Sedangkan Kapal Roro di Dabo Singkep sudah bisa ke Tanjungpinang.
Kapal Roro lainnya berlayar dari Karimun bisa ke Pengkapan. Artinya, konektivitinya berjalan.
"Kami punya konsep lain, Kapal Roro berlayar dari Desa Penarik sampai Jago di Dabo. Kami juga merancang Kapal Roro ke Jambi. Kalau selesai arus barang dan orang dapat masuk ke Dabo dan menyebar. Ada pula rencana Kapal Roro dari Penagi Natuna, Matak dan Pontianak," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
