Logo Header Antaranews Kepri

Karantina Karimun Pastikan Hewan Kurban Sehat

Rabu, 23 September 2015 06:55 WIB
Image Print
Setelah itu, dan hewan kurban benar-benar dipastikan sehat dan layak konsumsi, maka kami menerbitkan sertifikat pelepasan dari karantina

Karimun (Antara Kepri) - Stasiun Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memastikan hewan kurban baik sapi maupun kambing yang telah diperiksa seluruhnya sehat.

"Pengecekan kesehatan hewan kurban kami lakukan secara intensif, dalam dua pekan 20 kali di beberapa pusat penjualan hewan kurban. Kami pastikan tidak ada yang berpenyakit," kata Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun Yoeyoen Marrahayoeni di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban, menurut Yoeyoen dilakukan dalam beberapa tahap, pertama mengecek Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. Kedua, memeriksa fisik hewan dari penyakit anthrax dan lainnya.

Sampel darah hewan diperiksa untuk diteliti apakah mengandung penyakit brucellosis atau tidak.

"Setelah itu, dan hewan kurban benar-benar dipastikan sehat dan layak konsumsi, maka kami menerbitkan sertifikat pelepasan dari karantina," kata dia.

Pengecekan beberapa tahap tersebut, menurut dia, sudah diatur dalam Undang-Undang tentang Karantina terhadap hewan, tumbuhan dan media pembawa hama tanaman.

"Tahun ini jumlah hewan kurban yang kami periksa kesehatannya lebih banyak dari tahun lalu. Tahun ini 265 ekor, sebagian besar berasal dari Lampung, Padang, Siak dan Tembilahan, Riau," ucapnya.

Perdagangan hewan kurban di Tanjung Balai Karimun makin ramai seiring makin dekatnya Hari Raya Idul Adha. Salah seorang pedagang hewan kurban Arifin mengatakan, tahun ini jumlah hewan kurban mencapai 70 ekor, sedikit menurun dari tahun lalu sebanyak 100 ekor.

"Harga sapi hewan tergantung bobot badannya, ada yang Rp16 juta untuk 70 kilogram, Rp18 juta untuk 100 kg, dan 20 juta untuk 130 kg," kata Arifin yang sehari-hari berjualan daging sapi segar di Pasar Puan Maimun. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026