Logo Header Antaranews Kepri

Pemprov Kepri Segera Bangun BLK di Karimun

Selasa, 13 Oktober 2015 10:48 WIB
Image Print
Kita akan menemui Menteri Tenaga Kerja untuk mengusulkan pembangunan BLK di Karimun

Karimun (Antara Kepri) - Penjabat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Agung Mulyana menegaskan pemerintah provinsi segera membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Karimun.

"Namun kami ingin memastikan Pemkab Karimun telah menetapkan lokasi untuk pembangunan BLK tersebut. BLK sangat dibutuhkan dan mendesak untuk meningkatkan 'skill' tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan perusahan-perusahaan," kata dia ketika menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Karimun ke-16 di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Agung Mulyana mengatakan berdasarkan kesepakatan dan perjanjian yang telah digagas, pendirian BLK perlu ditambah. Salah satunya di Kabupaten Karimun untuk mendukung sektor ketenagakerjaan di sebagian wilayah Pulau Karimun Besar yang berstatus kawasan perdagangan bebas atau "free trade zone" (FTZ).

"Kita akan menemui Menteri Tenaga Kerja untuk mengusulkan pembangunan BLK di Karimun," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyurati Menko Kemaritiman dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral agar mengembangkan usaha berbasis kemaritiman di Kabupaten Karimun serta pemanfaatan sumber daya gas yang dimiliki Provinsi Kepri untuk kabupaten yang berjuluk "Bumi Berazam" tersebut.

"Aliran gas ke Karimun ditujukan untuk pembangkit listrik sehingga dapat mengatasi kekurangan daya sehingga listrik di sini tidak lagi 'byar pet'. Listrik sangat penting untuk investasi berskala besar maupun industri rumah tangga," katanya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan pembangunan BLK diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal terhadap pekerja asing saat pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Ia mengemukakan pertumbuhan investasi di FTZ sejatinya telah menekan angka pengangguran hingga 6,22 persen dibandingkan pada 2006, sebelum pemberlakuan FTZ yang mencapai 13,55 persen.

"Pertumbuhan investasi yang cukup pesat juga berdampak positif terhadap sektor ketenagakerjaan yang meningkat hingga 63,97 persen. Selama 16 tahun Karimun membangun, nilai investasi telah mencapai Rp22,6 triliun dengan 150 perusahaan, cukup membanggakan dibandingkan pada 2006 yang hanya Rp1,1 triliun," katanya.

Untuk membangun sektor ketenagakerjaan, pemerintah daerah telah membangun sistem ketenagakerjaan "online" dengan tujuan memudahkan masyarakat untuk melamar di bursa kerja.

"Masyarakat bisa melihat lowongan kerja melalui situs online yang kami bangun tersebut," katanya menambahkan.

Peringatan HUT Karimun ke-16 juga diisi dengan sejumlah kegiatan, yaitu upacara yang diikuti para pegawai daerah setempat di panggung rakyat Putri Kemuning, Tanjung Balai Karimun.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemkab Karimun dengan sejumlah perusahaan, PT Indian Oiltanking, PT Karimun Sembawang Shipyard, PT Saipem Indonesia Karimun Branch, PT Elim Samanta, PT Grace Rich Marine dan BPJS Kesehatan Cabang Utama Batam.

Kemudian, perjanjian kerja sama bidang ketenagakerjaan antara Dinas Tenaga Kerja Karimun dengan sejumlah perusahaan terkait perekrutan tenaga kerja. (Antara)

Editor: Sri Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026