Logo Header Antaranews Kepri

Hujan Guyur TPS di Tanjungpinang

Rabu, 9 Desember 2015 22:42 WIB
Image Print
Kami malas gunakan hak suara, karena hujan. Lagi pula, calon pemimpin yang mau dipilih belum tentu amanah

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Hujan mengguyur Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kota Tanjungpinang pada hari pemungutan suara Pilkada Kepulauan Riau 9 Desember 2015, Rabu.

Sejak tadi pagi mulai mendung, namun hujan mulai terjadi sekitar pukul 11.00-13.30 WiB.

"Kami malas gunakan hak suara, karena hujan. Lagi pula, calon pemimpin yang mau dipilih belum tentu amanah," kata Ani, salah seorang warga Tanjungpinang.

Dia bersama suami, dan kedua orang tuanya memilih tidak gunakan hak suara, meski tim sukses dari Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 1 HM Sani-Nurdin Basirun dan nomor urut 2 Soerya Respationo-Ansar Ahmad sudah meminta untuk memberi dukungan.

"Hujan alasan yang tepat untuk kami tidur. Kami bukan apatis, tetapi mempertimbangkan matang-matang, sehingga tidak memilih," katanya.

Hal yang sama dilakukan Arman, Heri, Imam dan Mila. Mereka tidak dapat mencoblos karena hujan, meski memiliki surat keterangan pemungutan suara.

"Sekarang hujan lebat, jadi kami tidak menggunakan hak pilih. Tadi pagi mau ke TPS, tetapi malas," kata Arman, warga Batu 4 Tanjungpinang.

Heri, warga Batu 5 Tanjungpinang tidak dapat menggunakan hak suaranya karena masih berteduh di sekitar pasar di Kota Lama Tanjungpinang.

"Saya dari Batam, baru siang ini sampai Tanjungpinang. Rencananya mau mencoblos, tetapi tak bisa karena hujan lebat," ucapnya.

Iman dan keluarganya yang tinggal di Batu 9 tidak menggunakan hak suaranya karena hujan lebat. Jarak antara TPS dengan rumahnya cukup jauh, karena itu dia bersama keluarganya memilih tidak menggunakan hak suaranya.

"Kami hanya memiliki tiga suara, tidak beri pengaruh juga terhadap pilkada," ujarnya.

Sedangkan Mila, warga Batu 6 Tanjungpinang tidak menggunakan suara karena menjaga anaknya yang masih bayi.

"Hujan lebat, tidak bisa bawa anak saya ke TPS," katanya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Tanjungpinang Dhira Utama mengatakan berdasarkan pantauan citra satelit tidak terdapat pumpunan awan yg siginfikan di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan), namun masih adanya pengumpulan massa udara di selatan pulau itu membuat potensi pembentukan awan konvektif, yang menyebabkan hujan masih cukup tinggi trutama pada pagi - siang hari.

"Kondisi cuaca di Pulau Bintan hujan ringan-sedang disertai petir pada siang hari dan masih bersifat tidak merata. Potensi hujan umumnya terjadi di Dompak, Senggarang, Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Barat, sedangkan di Kabupaten Bintan terjadi di Kijang dan sekitarnya," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026