Logo Header Antaranews Kepri

Nelayan Lingga Dirompak

Rabu, 13 Januari 2016 19:21 WIB
Image Print

Lingga (Antara Kepri) - Satu unit pompong milik nelayan Desa Posek, Kecamatan Singkep Barat, dirompak sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di perairan Karang Enam Pulau Lalang, Singkep Barat, Senin (12/1) dinihari.

Perompakan tersebut terjadi ketika tiga orang nelayan Desa Posek yakni, Suryadi, Adi dan Kacok, menjaring ikan di laut Karang Enam (pulau lalang) yang berbatasan dengan Tungkal, Provinsi Jambi.

Diketahui, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ketiga korban berhasil diselamatkan kapal nelayan Desa Penuba.

Sejumlah barang-barang perahu, jaring serta alat tangkap milik korban, diambil oleh OTK tersebut.

Kepala Desa Posek Nasmin, membenarkan bahwa warga desanya kena rompak oleh OTK di perairan antara Pulau Serak dan Pulau Lalang, Kabupaten Lingga.

"Iya, memang. Kejadiannya Minggu malam, dini hari. Saat ini mereka sudah pulang ke rumahnya. Tidak ada korban. Cuma perahu mereka di rompak," kata dia kemarin.

Dengan kejadian tersebut, dikatakan Nasmin, memberi dampak terhadap nelayan lain di Desa Posek. Sebagian nelayan ada yang merasa was-was untuk melaut.

Namun ada sebagian warga tetap melaut karena mau tidak mau, merupakan mata pencaharian warga.

Selaku kepala desa Nasmin, mengharapkan adanya pengamanan dan patroli di perairan laut desa Posek, maupun pulau Lalang.

"Ini kejadian sudah dua kali. Kita harapkan ditingkatkan pengawasan supaya masyarakat merasa aman,"ujarnya.

Peristiwa perompakan terhadap nelayan ini juga telah direspon pihak Pos Angkatan Laut. Pihak itu langsung turun ke Desa Posek setelah mengetahui adanya aksi perompakan terhadap nelayan.

"Pihak Angkatan Laut sudah turun, ke Posek meninjau kejadian ini," ujar Nasmin.

Sementara itu, Kepala Polisi Airut Polres Lingga Sugito, belum tahu pasti mengenai peristiwa naas tersebut.

"Iya, kami sudah dapat informasi. Namun belum ada laporan resmi dari masyarakat. Saat ini anggota kita sedang patroli," tuturnya.

Namun, untuk kawasan Pulau Lalang, pihaknya juga sudah melakukan patroli pengawasan laut. Perairan ini cukup jauh dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi.

"Untuk pengawasan maksimal, Pihak Airud masih minim sarana dan fasilitas," tutupnya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026