Logo Header Antaranews Kepri

Sagu Lingga Punya Masa Depan Cerah

Senin, 28 Maret 2016 19:41 WIB
Image Print
Pemerintah daerah terus mencari investor yang berniat mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian sagu

Lingga (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Lingga optimis, sagu akan menjadi salah satu komoditas unggulan daerah dan memiliki prospek masadepan yang cerah.

Saat ini, potensi besar yang terdapat pada lahan sagu peninggalan sultan Lingga tersebut, telah dilirik sejumlah investor perkebunan.

Staf Khusus Bupati Lingga Saptono Mustakim yang membidangi Promosi dan Investasi Daerah, di Lingga, mengatakan, dalam waktu dekat ada dua investor yang akan melakukan survei dan mengkaji potensi sagu di pulau Lingga.

"Dalam waktu dekat ini, mereka akan mengkaji lahan sagu Lingga. Kita akan siapkan data yang mereka butuhkan," kata dia.

Dia mengatakan, pemerintah daerah terus mengupayakan berbagai opsi untuk menggerakkan sektor pertanian sagu yang sudah ada, salah satunya dengan mencari investor yang berniat mengembangkan dan meningkatkan nilai komoditi masyarakat Lingga itu.

"Sejauh ini sudah ada dua calon investor yang melirik. Satu diantaranya merupakan perusahaan yang saat ini sudah berhasil mengangkat nilai komoditas sagu di Selat Panjang, Meranti," ungkap Saptono.

Saptono meyakini, sagu Lingga akan menjadi produk handal kedepannya nanti, karena memang kualitas bahan baku berupa sagu basah, di daerah itu cukup baik.

"Kita punya sagu putih. Kulitasnya sangat baik. Kita hanya kalah dari sisi promosi saja," tuturnya.

Saat ini industri sagu kecil-kecilan masyarakat Lingga memang memprihatinkan. Karena harga jual sagunya murah dan pasar relatif kecil. Sehingga membuat industri pangan tersebut terancam gulung tikar.

"Saat ini kita priharin, sagu tidak memiliki nilai tambah yang signifikan. Tapi, ini akan kita perbaiki, nantinya petani akan mendapat nilai tambah yang lebih baik, dan daerah juga menerima hasil," ujarnya.

Kedepan, kata Saptono, sagu Lingga tidak lagi di jual dalam bentuk tepung basah, namun dalam bentuk produk, seperti tepung kanji atau soun.

Sementara itu, untuk menata sistem investasi pada lahan sagu yang sebagian besar merupakan peninggalan sultan, dan saat ini di kelola masyarakat setempat, pemerintah akan mengeluarkan kebijakannya, agar hak masyarakat tetap ada.

"Kebijakan Bupati nantinya, tetap akan berpihak kepada masyarakat. Karena tujuan awal investasi ini untuk masyarakat, dan daerah," tuturnya lagi.

Selain sagu, tambah Saptono, salah satu investor asal Cina juga ingin mengembangkan investasi perkebunan ubi, untuk produk tepung tapioka. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026