
Wagub Kepri Lanjutkan Program Unggulan Mendiang Sani

Pesan dan harapan besar almarhum adalah melanjutkan kerja yang belum dituntaskan. Kalau di Karimun seperti peningkatan mutu pendidikan, pembangunan tanggul di Pulau Kundur, dan melanjutkan program konektivitas antarpulau
Karimun (Antara Kepri) - Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menegaskan akan melanjutkan pemikiran dan program unggulan yang menjadi prioritas almarhum Gubernur Muhammad Sani.
"Pesan dan harapan besar almarhum adalah melanjutkan kerja yang belum dituntaskan. Kalau di Karimun seperti peningkatan mutu pendidikan, pembangunan tanggul di Pulau Kundur, dan melanjutkan program konektivitas antarpulau," kata dia ketika membuka MTQ tingkat Kabupaten Karimun ke-8 di Tanjung Berlian, Kecamatan Kundur Utara, Sabtu (9/4) malam.
Gubernur Kepri Muhammad Sani meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Abdil Waluyo Jakarta, Jumat (8/4). Dia dimakamkan secara militer dipimpin Mendagri Tjahjo Kumolo di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti Tanjungpinang, Sabtu (9/4).
Program pengentasan kemiskian, seperti peningkatan kesejahteraan nelayan juga akan menjadi prioritas meski pekerjaan bertambah berat karena bekerja sendiri sepeninggal almarhum.
"Bagi saya sudah biasa kemana-mana. Yang penting bekerja ikhlas dan amanah," kata Nurdin yang juga pernah menjadi wakil bupati mendampingi Sani ketika menjabat Bupati Karimun 15 tahun silam.
Muhammad Sani, menurut dia, bukan sekadar kawan dalam politik pada Pilkada Kepri 2015, tetapi sebagai panutan dan guru bagi dirinya.
Nurdin yang juga dua periode menjabat Bupati Karimun didampingi Aunur Rafiq mengatakan, dirinya banyak belajar dari Sani tentang kepemimpinan sehingga dia sukses berkecimpung dalam politik di tingkat daerah.
"Provinsi Kepri ditinggalkan seorang pemimpin untuk selamanya, menjadi panutan dan seorang bapak pembangunan. Saya banyak dapat ilmu dan belajar dari almarhum, dan sudah menjadi tanggung jawab saya untuk meneruskan pemikiran-pemikiran almarhum," katanya.
Dia juga mengaku memiliki pemikiran yang sama dengan Muhammad Sani dalam merancang pembangunan di Provinsi Kepri yang berpulau-pulau.
"Sejak jadi bupati, saya selalu menyampaikan soal program konektivitas antarpulau, pembangunan sektor kemaritiman, serta pengentasan kemiskinan," katanya.
Muhammad Sani merupakan seorang birokrat yang bertugas dari tingkat bawah. Dia meniti karirnya sebagai pegawai negeri dengan penuh dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Dedikasi dan pengabdiannya itu terungkap dengan anugerah Bintang Mahaputra Utama yang diberikan Presiden kepada dirinya pada 2013.
Sani dan Nurdin sama-sama berasal dari Kabupaten Karimun. Keduanya sama-sama memimpin Karimun untuk periode pertama sejak Karimun dimekarkan menjadi kabupaten dan keduanya kembali berpasangan untuk memimpin Provinsi Kepri.
Muhammad Sani dipanggil Yang Maha Kuasa pada usianya yang ke-74, berselang sekitar dua bulan lebih dia dan Nurdin dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri di Jakarta. (Antara)
Editor: Sri Muryono
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
