
BPS: Batam Deflasi 0,85 Persen

Sebaliknya, pada saat yang sama terjadi di kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks 0,31 persen, kelompok sandang naik 0,01 persen, kelompok kesehatan naik 0,04 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah rag
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat Batam pada April 2016 deflasi 0,85 persen karena sebanyak 44 jenis barang dan jasa mengalami penurunan harga.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, perubahan harga 82 komoditas kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya deflasi.
Dumangar mengemukakan berdasarkan kelompok indeks harga konsumen, deflasi di Kota Batam disebabkan penurunan indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,62 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun sebesar 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yaitu turun sebesar 1,62 persen.
"Sebaliknya, pada saat yang sama terjadi di kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks 0,31 persen, kelompok sandang naik 0,01 persen, kelompok kesehatan naik 0,04 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik 0,26 persen," katanya.
Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bensin, cabai merah, bayam, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, solar, kangkung, beras, tongkol, selar, sawi hijau, kentang, bawal, sotong, ketimun, daging ayam kampung, melon, minyak goreng, buncis, tomat buah, dan angkutan laut.
Sebaliknya, 38 komoditas lainnya justru mengalami kenaikan harga seperti rokok kretek filter, bawang putih, rokok putih, akademi, kacang panjang, tomat, jeruk, rokok kretek, televisi bewarna, daging sapi, semangka, tepung terigu, gula pasir, anggur, kol putih, emas perhiasan, bedak, sawi putih, sampo dan kamera.
Sementara laju inflasi 'year on year' (April 2016 dibanding April 2015) di Kota Batam tercatat sebesar 4,39 persen.
"Dari 23 kota yang menyusun indeks harga konsumen di Sumatera, tercatat semua kota mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,79 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,12 persen," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
