Logo Header Antaranews Kepri

Warga Karimun Keluhkan Listrik Sering Mati

Selasa, 10 Mei 2016 07:48 WIB
Image Print
Sebagai pelanggan kami kecewa dan kesal pelayanan PLN tidak berubah sejak dulu, selalu saja ada pemadaman

Karimun (Antara Kepri) - Beberapa warga Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengeluhkan aliran listrik PT PLN sering mati berjam-jam setiap hari.

"Tadi siang listrik dua kali padam, dan malam ini dapat giliran pemadaman sejak sore tadi. Aktivitas kami jadi terganggu dengan sering padamnya listrik," kata seorang pengusaha kedai kopi Aci di Tanjung Balai Karimun, Senin malam.

Aci mengatakan, beberapa pelanggannya batal minum kopi gara-gara kondisi udara panas akibat kipas angin tidak dapat dihidupkan saat listrik mati.

Pemadaman listrik oleh PLN, kata dia, merugikan usahanya apalagi sampai beberapa kali dalam satu hari.

"Sebagai pelanggan kami kecewa dan kesal pelayanan PLN tidak berubah sejak dulu, selalu saja ada pemadaman," kata dia.

Malam ini kedai kopi sekaligus tempat tinggalnya mendapat giliran pemadaman.

Menurut dia, PLN memberlakukan pemadaman bergilir dengan lama pemadaman sampai 6 atau 7 jam.

"Alasannya mesin dalam masa perawatan, apa tidak ada alasan lain. Harusnya PLN membuat perubahan ke arah yang baik, sediakan mesin cadangan secukupnya sehingga tidak ada pemadaman bergilir gara-gara mesin dalam masa perawatan," ucapnya.

Pemadaman sebanyak dua kali juga terjadi di Gedung DPRD Karimun ketika anggota dewan sedang menggelar rapat paripurna pada Senin siang.

"Tadi listrik padam dan belum lama hidup, sekarang mati lagi," kata Abu, seorang pegawai DPRD Karimun.

Abu mengatakan, gedung wakil rakyat tersebut menyediakan genset disebabkan sering padamnya listrik dari PLN.

"Kalau tidak ada genset, rapat paripurna tidak bisa dilaksanakan saat listrik dari PLN padam," ucap dia.

Ketua LSM Formalingkari Edi Anwar yang kebetulan berada di Gedung DPRD menyesalkan tidak adanya perbaikan kinerja PLN.

"Setiap tahun pasti ada pemadaman bergilir dengan dalih overhaul, sampai kapan pelanggan harus mendengar dalih seperti itu. Zaman semakin canggih, tapi kita masih tetap tertinggal dengan layanan PLN seperti ini," kata dia.

Secara terpisah, Kepala PT PLN Rayon Tanjung Balai Karimun Dedi Januar mengatakan, pemadaman listrik terpaksa dilakukan karena terjadi defisit daya sebesar 5 megawatt.

Defisit daya terjadi karena beberapa unit mesin pembangkit di PLTD Bukit Carok Kecamatan Tebing dalam masa pemeliharaan atau overhaul.

Pemadaman bergilir tiga hari hidup satu hari padam selama lima jam, mulai pukul 17.00 WIb, terpaksa dilakukan akibat defisit daya tersebut.

"Sementara mesin pembangkit di PLTU Tanjungsebatak juga mengalami gangguan. Kami mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini, secepatnya kami upayakan listrik normal kembali," ucap Dedi Januar. (Antara)

Editor: A Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026