
31.000 Pelajar Batam Terima Kartu Indonesia Pintar

Kalau dana BOS, bukunya tidak bisa dibawa pulang. Kalau ini bisa digunakan untuk di rumah karena hibah sepenuhnya
Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 31.000 pelajar di Kota Batam, Kepulauan Riau, direncanakan menerima bantuan dana pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digagas Presiden Joko Widodo.
"Datanya, 31.000 anak di seluruh Batam yang akan menerima KIP," kata kepala Bagian Humas Pemkot Batam Ardiwinata di Batam, Rabu.
Sesuai dengan aturan pemerintah, siswa SD/sederajat menerima bantuan KIP sebesar Rp225 ribu, siswa SMP/sederajat Rp375 ribu dan siswa SMA/sederajat Rp500 ribu per semester.
Ia mengatakan, KIP dibagikan secara bertahap di tiap kecamatan dan dimulai Selasa (31/5).
Tahap pertama, KIP diberikan untuk 14.177 anak sekolah yang tinggal di empat kecamatan yaitu 2.728 anak Kecamatan Batuaji, 5.611 anak Sagulung, 3.608 anak Sei Beduk, dan 2.630 anak Sekupang.
Tahap kedua, KIP diberikan untuk anak yang tinggal di Kecamatan Batuampar, Bengkong, Batam Kota, Lubuk Baja dan Nongsa.
Saat memberikan KIP secara simbolis, Wali Kota Muhammad Rudi menyatakan bantuan pemerintah itu bertujuan meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anaknya.
Bantuan dari pemerintah pusat itu bisa digunakan membeli buku atau perlengkapan sekolah lainnya.
"Kalau dana BOS, bukunya tidak bisa dibawa pulang. Kalau ini bisa digunakan untuk di rumah karena hibah sepenuhnya," kata Rudi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengingatkan kini program wajib belajar tidak lagi 9 tahun, melainkan sudah 12 tahun. Artinya anak Indonesia wajib mengenyam pendidikan minimal hingga tamat SMA/ sederajat.
"Oleh karena itu, mulai tahun ini, tidak boleh ada lagi pungutan uang komite di seluruh Kota Batam. Mulai Juli, yang negeri tidak boleh lagi ada pungutan. Ini program kami pemerintah daerah," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
