
Polda Kepri Bentuk Tim Berantas Premanisme

Sudah banyak penindakan yang dilakukan selama beberapa hari ini. Untuk yang kumpul-kumpul diberikan arahan agar membubarkan diri. Sementara yang terindikasi melakukan kejahatan langsung diserahkan pada polsek
Batam (Antara Kepri) - Direktorat Sabhara dibantu Satbrimob Polda Kepri membentuk tim untuk melakukan patroli Cipta Kondisi malam dan dinihari memberantas premanisme untuk menciptakaan keamanan menjelang Idul Fitri.
"Selain dari Polda Kepri, kegiatan tersebut juga melibatkan Polresta/Polres hingga polsek-polsek. Sasarannya preman, orang mabuk yang berpotensi menimbulkan kerawanan jelang Idul Fitri," kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Senin.
Ia mengatakan, jika dalam patroli tersebut ditemukan tindak kejahatan maka akan diserahkan pada wilayah hukum masing-masing polsek untuk ditindaklanjuti.
"Sudah banyak penindakan yang dilakukan selama beberapa hari ini. Untuk yang kumpul-kumpul diberikan arahan agar membubarkan diri. Sementara yang terindikasi melakukan kejahatan langsung diserahkan pada polsek," kata dia.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga sebagai antisipasi kemungkinan maraknya tindak kejahatan mengingat menjelang Lebaran Idul Fitri banyak rumah-rumah kosong ditinggal pemiliknya mudik.
"Segala kemungkinan tindak kejahatan harus diantisipasi. Salah satunya dengan Operasi Cipta Kondisi yang saat ini terus dilaksanakan," kata Hartono.
Hartono juga meminta pada masyarakat agar melaporkan jika ada ancaman terhadap keamanan pada wilayah masing-masing sehingga kepolisian bisa membantu mengamankannya.
"Kami minta pada masyarakat untuk juga berperan aktif memberikan informasi jika mengetahui ancaman keamanan pada wilayahnya, sehingga anggota kami bisa membantu pengamanan," kata dia.
Mendekati Idul Fitri, kata dia, Polda Kepri juga akan meningkatkan pengamanan bandara, pelabuhan, tempat-tempat ibadah, pusat keramaian agar seluruh kegiatan masyarakat berjalan lancar.
"Itu nanti tim gabungan. Untuk tempat-tempat dan titik-titiknya pengamanan dan pelayanan akan disampaikan nanti," kata Hartono. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
