
Gedung SMAN 29 Batam Terancam Terbenam

Kami ingin dipasang dinding penahan, tanah yang keropos diisi. Dengan begitu, menjelang 2017 masih kuat menyangga
Batam (Antara Kepri) - Gedung SMAN-29 Kota Batam Kepulauan Riau terancam terbenam bila dinding penahan tanah di sekitar sekolah tidak segera dibangun.
"Terus terang saja saya sangat risau," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Senin.
SMAN 29 berada di atas tebing, tanah di sekelilingnya sudah dikeruk, sehingga tanah menjadi tidak stabil.
Ia mengatakan, untuk membuat tanah di sekitar sekolah itu stabil, maka harus dibuat dinding penahan dengan segera, sebelum bencana terjadi.
"Kami ingin dipasang dinding penahan, tanah yang keropos diisi. Dengan begitu, menjelang 2017 masih kuat menyangga," kata Wakil Wali Kota.
Dan karena pembangunan dinding penahan tidak dianggarkan dalam APBD 2016, maka diusulkan untuk menggunakan dana darurat dari APBD 2016.
Namun, Amsakar menyatakan, penggunaan dana darurat APBD memiliki syarat dan kriteria darurat tertentu, agar tidak melanggar peraturan.
"Kabarnya harus ada keputusan Wali Kota bahwa itu darurat," katanya.
Bila nantinya dana darurat tidak dapat digunakan, ia menyatakan pemerintah akan memikirkan pilihan lain.
"Meminta tolong yang memotong (bukit) kemarin untuk membantu," kata dia.
Wakil Wali Kota sudah menugaskan Asisten Ekonomi Pembangunan Gintoyono Batong untuk mengkaji penggunaan dana darurat dalam pembuatan penahan tanah SMAN-29.
"Itu yang sedang dipertimbangkan. Besok sudah mendapat jawaban Pak Gintoyono untuk dana darurat," kata dia.
Sementara itu, hingga kini pemerintah masih menunggu rencana anggaran biaya (RAB) yang dibutuhkan untuk pembangunan dinding penahan SMAN-29.
Wakil Wali Kota mengatakan konsultan baru menghitung panjang dan tinggi penahan yang harus dibangun.
"Konsultan yang datang suah memperhitungkan, berapa panjang, tinggi. Tidak serta merta nengok kemudian dapat angka," kata Amsakar. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
