
Gempita Gelar Lomba Tulis Surat untuk Presiden

Surat terbaik, akan kami kirimkan betul-betul ke Pak Jokowi. Tema ini diangkat agar menjadi perhatian Presiden, jangan sampai dalam masalah Rempang Galang hanya mengedepankan kepentingan kelompok
Batam (Antara Kepri) - Gerakan Masyarakat Peduli Batam (Gempita) menggelar lomba menulis surat untuk Presiden Joko Widodo dalam merayakan HUT ke-71 RI.
"Kami akan sayembarakan untuk anak sekolah, menulis surat untuk Presiden dengan tema 'Batam Dibangun, Rempang Galang Digantung, Pintu Gerbang Tak Akan Terbuka'," kata Pembina Gempita, Hanny Andries di Batam Kepulauan Riau, Kamis.
Tema itu sengaja diusung untuk mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa Batam sejatinya pintu gerbang Indonesia.
Bahkan Presiden ke-2 RI, Soeharto pernah menerbitkan Keppres mengenai Batam sebagai gerbang pariwisata Indonesia, kata dia.
Kemudian, dalam pengembangan Batam sebagai pintu gerbang, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie menyambung tujuh pulau di Batam dalam enam jembatan, menjadi Barelang (Batam, Rempang, Galang).
Dan bila dilihat dalam peta, rangkaian pulau-pulau itu menyerupai anak kunci.
Hanny memfilosofikan rupa peta itu, ibarat Batam adalah gerbang, maka Galang adalah kuncinya.
Status Rempang-Galang yang hingga kini masih belum tetap membuat pembangunan di rangkaian pulau terhambat. Karenanya panitia memilih tema surat "Batam Dibangun, Rempang Galang Digantung, Pintu Gerbang Tak Akan Terbuka".
"Surat terbaik, akan kami kirimkan betul-betul ke Pak Jokowi. Tema ini diangkat agar menjadi perhatian Presiden, jangan sampai dalam masalah Rempang Galang hanya mengedepankan kepentingan kelompok. Sementara ada kepentingan warga Batam khususnya pemuda di sini," dia.
Gempita akan melibatkan sejumlah sekolah untuk lomba itu, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Selain lomba menulis surat untuk Presiden, Gempita juga menggelar berbagai kegiatan lainya dalam balutan 'Mega Break Through for Indonesia 71'.
"Program tujuh plus satu, yakni terobosan dalam hal pendidikan, ekonomi kreatif, sehat lingkungan, hukum, ilmu pengetahuan teknologi, seni budaya, akhlak moral, serta Indonesia satu," katanya.
Puncak acara akan diisi dengan maraton berwarna, yang digelar di Dataran Engku Putri pada 21 Agustus 2016.
Colour Marathon itu mengambil rute Dataran engku Putri ke Bundaran Madani kemudian berputar balik melalui Harmoni One Hotel, Mega Mall dan kembali ke Engku Putri, dengan panjang lintasannya sekitar 5 kilometer.
Ia menyatakan maraton berwarna terbuka untuk umum dengan membayar Rp200 ribu untuk kaus dan keperluan lainnya.
"Dan bagi peserta yang berhasil mencapai finis disiapkan medali," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
