Logo Header Antaranews Kepri

Dewan Pertahanan Nasional Harap BP-Pemkot Batam Bersinergi

Kamis, 4 Agustus 2016 18:10 WIB
Image Print
Punya kemampuan dan tentunya batas kemampuan, keterbatasan wewenang juga. Bila bersinergi, kelebihannya kita sinergikan, kekurangan saling menutup, maka batam akan maju

Batam (Antara Kepri) - Dewan Pertahanan Nasional berharap dua institusi pemerintah, Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas dan Pemerintah Kota Batam saling bersinergi dalam membangun kawasan itu.

"Kami harapkan ada sinergitas antara BP Batam dan Pemda," kata Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional RI, Letjen TNI M Munir di Batam Kepulauan Riau, Kamis.

Berdasarkan kajian daerah sementara, sebenarnya tidak ada masalah berarti yang dihadapi kawasan dan kota itu, hanya membutuhkan sinergi dua institusi.

Menurut dia, tidak sudah menjalin sinergi, karena masing-masing institusi memiliki fungsi, peran dan tanggung jawab masing-masing.

"Punya kemampuan dan tentunya batas kemampuan, keterbatasan wewenang juga. Bila bersinergi, kelebihannya kita sinergikan, kekurangan saling menutup, maka batam akan maju," katanya menambahkan.

Ia optimistis, bila dua institusi itu bersinergi, maka Batam akan kembali menjadi kawasan industri bergengsi di Asia Pasifik.

Dewan Ketahanan Nasional melakukan Kajian Daerah Kota Batam, dengan menemui pejabat di Pemkot Batam dan BP Kawasan Batam.

Dalam kajian yang dilakukan di Kantor BP Kawasan, ia menyatakan Dewan Ketahanan Nasional ingin melihat pelaksanaan program BP Batam selama ini, termasuk masalah-masalah yang dihadapi seperti perizinan dan investasi.

"Batam ini ditetapkan pemerintah menjadi satu wilayah strategis pengembangan nasional, sudah sejak lama. Memang ada progres, tapi kami harapkan progres semakin cepat," kata dia usai mengikuti seminar Peran Energi Nuklir dalam Pengembangan Industri Nasional dan Peningkatan Kualitas SDM di Batam.

Ia menilai, kinerja BP Kawasan di bawah Ketua yang baru, Hatanto Reksodipoetro relatif baik dengan sejumlah program untuk mendorong investasi.

"Kami melihat kepala yang baru punya program, izin investasi 23 jam dan sebagainya," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026