Logo Header Antaranews Kepri

Dirjen: Tidak Ada TKA di Pulau Manis

Senin, 8 Agustus 2016 18:45 WIB
Image Print
Nanti secara fisik, Kepala Kantor Belakangpadang yang akan mengecek, tentu dengan dengan aparat terkait

Batam (Antara Kepri) - Direktorat Jenderal Imigrasi Imigrasi memastikan tidak ada tenaga kerja asing dalam proyek kawasan pariwisata terpadu Funtasy Island di rangkaian Pulau Manis Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Tadi sudah dijawab oleh pengembang di sini, tidak mempekerjakan TKA. Kami datang ke sini untuk memastikan apakah benar ada, atau tidak ada," kata Dirjen Imigrasi Ronny Sompie usai mengunjungi Pulau Manis Kota Batam, Senin.

Meski dalam kunjungan itu tidak menemukan ada TKA yang bekerja di proyek, namun pihaknya akan terus mengawsi untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan.

Ia menugaskan, Kepala Kantor Imigrasi Pulau Belakangpadang untuk melakukan pengecekan berkala.

"Nanti secara fisik, Kepala Kantor Belakangpadang yang akan mengecek, tentu dengan dengan aparat terkait," kata dia.

Kunjungan ke rangkaian Pulau Manis, katanya, juga untuk menegaskan daerah itu adalah bagian dari NKRI, bukan wilayah Singapura, seperti yang dipromosikan di media massa negara jiran.

"Ini adalah daerah NKRI, investornya anak bangsa kita. mudah-mudahan jadi masukan yang baik bagi devisa negara," katanya.

Di tempat yang sama, perwakilan Funtasy Island, manajer Funtasy Island, Oke Yusma Nurjaman juga membantah ada TKA yang dipekerjakan di sana.

"Tidak ada," tegasnya.

Sebelumnya, beredar kabar Manajemen Funtasy Island memecat sejumlah pekerja lokal, yang merupakan warga pulau sekitar, dan menggantinya dengan TKA asal Tiongkok.

Sementara itu, Kawasan Funtasy Island dibangun di atas gugusan tujuh atol seluas 200 hektare, jika digabung dengan wilayah laut seluas 630 hektare. Dari 200 hektare wilayah tanah, hanya 30 persen yang digunakan untuk pembangunan vila dan berbagai wahana rekreasi lainnya.

Bekerja sama dengan Funtasy Island Development dan Seven Seas Funtasy Venture untuk pemasaran ke Singapura, taman rekreasi bertema alam bekerja sama dengan Disney Island itu kan dilengkapi oleh hotel mewah dan beraneka fasilitas rekreasi seperti snorkeling, menyelam, berlayar, safari hutan dan bakau, hingga spa.

Pengunjung pun dapat bermain dengan lumba-lumba dan menyaksikan sekitar 3.500 spesies laut lainnya di akuarium seluas 25.000 meter kubik. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026