
Pemko Tanjungpinang Diminta Proaktif Rekam E-KTP

Alat yang rusak itu dapat dibawa ke Jakarta, dan akan langsung diperbaiki. Sehari selesai, dan dapat dibawa pulang untuk kembali beroperasi.
Tanjungpinang (Antara Kepri) - DPRD Kota Tanjungpinang meminta Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk proaktif melakukan perekaman data KTP Elektronik (E-KTP) ke tengah masyarakat.
"Kami minta mereka lebih pro aktif,
menjemput bola ke kampung. Bawa alat perekamannya," kata Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, Rabu.
Dalam hal ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang dapat memulai upaya perekaman dengan berkunjung ke pemukiman membawa alat perekaman, secara bergilir ke setiap perkampungan.
Ketua DPD I Kota Tanjungpinang Partai Golongan Karya itu juga menyarankan agar metode jemput bola tersebut dilakukan dinas terkait dengan koordinasi pihak kelurahan.
"Metode ini digunakan di beberapa daerah di Jawa, dan metode ini efektif untuk mendapatkan data perekaman E-KTP," tegasnya.
Sementara itu, jika dinas terkait mempersoalkan masalah kerusakan alat sebagai penghambat rampungnya perekaman E-KTP yang dilimit Menteri Dalam Negeri pada 30 September 2016. Maka, sebenarnya persoalan tersebut sudah ada jalan keluarnya.
"Alat yang rusak itu dapat dibawa ke Jakarta, dan akan langsung diperbaiki. Sehari selesai, dan dapat dibawa pulang untuk kembali beroperasi," tegasnya.
Pernyataan tersebut didapat ketika rombongan Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang pernah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan komplain terkait rusaknya beberapa alat perekaman data E-KTP beberapa waktu lalu.
Pihak kementerian dalam negeri mengaku perbaikan alat tersebut bisa dibawa ke Jakarta, karena alat masih tanggung jawab pihak pengadaan.
"Sekarang ini, yang penting mereka bekerja atau tidak," tegasnya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Saud Mc Kashmir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
