Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Bangun Museum Pembangunan

Senin, 5 September 2016 18:20 WIB
Image Print
Seperti keramik dari zaman dinasti yang disita Bea Cukai, kejaksanaan dan Angkatan Laut, bisa dijadikan bukti sejarah di museum

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, membangun museum pembangunan kota yang berisikan gambaran sejarah kota kepulauan itu sejak zaman kerajaan Melayu hingga kini.

"Kami membangun museum sejarah Kota Batam, isinya lebih banyak visualisasi perjalanan sejarah Kota Batam, ada bagian yang menggambarkan periodesasi zaman kerajaan sampai sebelum kemerdekaan, kemudian pertama kali dikembangkan Otorta Batam, hingga otonomi daerah," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Senin.

Musium itu dibangun di dalam Gedung Astaka MTQ Nasional 2014 di Dataran Engku Putri. Dalam musium itu, pemerintah akan lebih banyak menyajikan foto perjalanan kota.

Untuk barang bersejarah, ia mengatakan sampai saat ini pemerintah masih mengumpulkan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Riau Lingga.

"Seperti keramik dari zaman dinasti yang disita Bea Cukai, kejaksanaan dan Angkatan Laut, bisa dijadikan bukti sejarah di museum," kata dia.

Benda sejarah yang sudah terkumpul, antara lain batu bata produksi industri pertama di Pulau Batam, beserta cerobong asap, dan alat untuk membuatnya.

Pemerintah belum akan mendatangkan barang sejarah peninggalan Kerajaan Riau Lingga yang tersebar di Belanda dan negara-negara Eropa lainnya karena hal itu tidak mudah dilaksanakan.

"Mungkin alternatifnya bisa dibuat replika, tidak harus barang asli, karena khawatir ada pencurian," kata dia.

Rencananya dalam Gedung Astaka dua lantai itu, pemerintah akan menyusun foto dan barang peninggalan sejarah dalam tema-tema tertentu.

"Setiap periodik ada tematik yang dibuat. Tahun segini misalnya benda peralatan piring, suatu ketika lagi waktu masa peperangan, tampilkan persenjataan melayu seperti tombak dan keris," kata Yusfa.

Di tempat yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Pemkot Batam Gintoyono Batong mengatakan seluruh ruangan di Astaka akan dijadikan museum.

Rencana untuk menjadikan Astaka sebagai Kantor Bagian Kesra dibatalkan.

"Semuanya dijadikan museum sesuai dengan rencana semula," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026