Logo Header Antaranews Kepri

CKG telah dirasakan dampaknya oleh 63.540 warga Bintan

Jumat, 11 September 2026 18:51 WIB
Image Print
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN RI Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau CKG warga lanjut usia di Kabupaten Bintan, Kepri, Senin (25/5/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Agustus 2026 melalui puskesmas di daerah tersebut telah menyasar 63.540 penduduk.

"Program CKG melalui puskesmas hingga kini terbukti telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak," kata Wakil Bupati (Wabup) Bintan Deby Maryanti di Pulau Dompak, Jumat.

Wabup menegaskan Pemkab Bintan berkomitmen menyukseskan program prioritas nasional tersebut. Menurutnya pemeriksaan CKG bagian dari upaya pemerintah daerah (pemda) dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting, kata dia, guna mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, sehingga apabila ditemukan faktor risiko atau penyakit, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Berdasarkan data kunjungan di puskesmas, lanjutnya, Puskesmas Tanjung Uban menjadi puskesmas dengan jumlah kunjungan tertinggi dengan jumlah warga yang diperiksa mencapai 10.121 jiwa.

Kemudian disusul Puskesmas Kawal dengan 8.619 jiwa, berikutnya Puskesmas Sei Lekop dengan angka 7.998 jiwa, lalu Puskesmas Kijang dengan 6.456 jiwa, dan Puskesmas Teluk Sasah dengan 5.861 jiwa.

Selanjutnya Puskesmas Toapaya dengan 4.902 jiwa, Puskesmas Teluk Sebong 3.883 jiwa, dan sisanya tersebar di Puskesmas Numbing, Puskesmas Kelong, Puskesmas Mantang, Puskesmas Kuala Sempang, Puskesmas Tambelan, Puskesmas Teluk Bintan, Puskesmas Sri Bintan, dan Puskesmas Berakit.

"Kami terus optimalkan Program CKG ini sebagai langkah-langkah preventif dalam pengendalian penyakit, supaya masyarakat kita tetap sehat," tuturnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri M. Bisri mengutarakan hasil skrining CKG terhadap warga masyarakat setempat sejauh ini didominasi penyakit hipertensi dan diabetes.

Dia menyampaikan risiko hipertensi dan diabetes di Kepri rata-rata dialami warga dewasa hingga pra-lanjut usia (lansia).

Karena itu Dinkes Kepri gencar melakukan upaya intervensi melalui penyuluhan pola hidup sehat kepada masyarakat guna mencegah risiko diabetes maupun hipertensi, seperti makan buah dan sayur, ikan, lalu olahraga teratur, kemudian memperbanyak minum air putih, melakukan aktivitas fisik rutin, serta tidak merokok.

"Penyebab hipertensi dan diabetes, 90 persennya dipicu pola hidup tidak sehat, salah satunya merokok," ucapnya.

Bisri menambahkan bagi warga yang terdeteksi hipertensi dan diabetes saat melakukan CKG, akan langsung diarahkan berobat ke puskesmas, bahkan bisa dirujuk ke rumah sakit kalau diperlukan tindakan medis lebih lanjut.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026