
Progres Pembangunan Jalan Layang Batam 23,52 Persen

Nantinya akan memiliki empat jam di setiap sisi sebagai simbol simpang jam. Namun tidak masuk dalam proses pengerjaan kami
Batam (Antara Kepri) - Pembangunan jalan layang Simpang Jam Kota Batam yang dibangun sejak Desember 2015 dan dirancang mampu bertahan 100 tahun, hingga akhir Oktober ini sudah mencapai 23,53 persen.
"Saat ini progres pembangunannya mencapai 23,52 persen, sedikit di bawah target akhir Oktober mencapau 24,20 persen. Jalan latang itu nantinya akan tahan 100 tahun dan tahan getaran dengan tonase yang tidak dibatasi," kata Pimpro pembangunan fly over Simpang Kabil Batam dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Himler M, di Batam.
Dalam setiap sambungan pembangunan fly over tersebut, dipasang dudukan untuk meredam getaran, sehingga mampu menahan getaran dari berbagai kendaraan berat yang melintas.
"Semua kendaraan termaksud trailer bisa melintasi fly over tersebut. Sedangkan bawah samping, nantinya ada empat tugu dengan jam di setiap arah," kata teknisi PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk Ardi.
Jalan layang dengan panjang total 1.097 meter bernilai proyek Rp180 miliar tersebut, kata dia, masih terus dikerjakan sesuai tahapan dan ditargetkan selesai November 2017.
Konstruksi jalan layang itu, fontage 1, panjang 388,677 meter dan lebar 18,4 meter. Fontage 2 panjang 392,881 meter dan lebar 18,4 meter. Fontage 3, panjang 385,706 meter dengan lebar 18,4 meter serta fontage 4, panjang 352,763 meter serta lebar 18,4 meter.
"Nantinya akan memiliki empat jam di setiap sisi sebagai simbol simpang jam. Namun tidak masuk dalam proses pengerjaan kami," kata Ardi lagi.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Gusmardi Bustami mengatakan, pembangunan fly over penting untuk mendukung kelancaran transportasi Batam.
"Kami berharap pembangunan selesai pada akhir 2017 sesuai dengan target, sehingga bisa digunakan untuk memperlancar arus lalu lintas," kata dia pula.
Selain itu, kata dia, ke depan akan dilakukan pembangunan MRT di Batam yang saat ini proses studinya sudah dilakukan.
"Sedang dalam studi untuk pembangunan MRT. MRT akan menjadi sarana transportasi umum bagi masyarakat," kata Bustami lagi. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
