
DVI Polda Kepri Kirim Tujuh Sampel DNA

Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah ada korban selamat. Selain korban meninggal, ada tas dan identitas korban yang sudah ditemukan juga
Batam (Antara Kepri) - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepulauan Riau mengirim tujuh sampel DNA korban meninggal pesawat Polri M-28 Sky Truck yang jatuh pada Sabtu (3/12) ke Mabes Polri.
"Pagi ini kami sudah kirim tujuh sampel DNA dari tujuh bagian tubuh yang ditemukan Tim SAR," kata Kabid Dokkes Polda Kepri AKBP Jarot Wibowo di Batam, Selasa.
Ia mengatakan belum bisa memastikan apakah sampel tersebut merupakan bagian dari satu jenazah atau beberapa jenazah mengingat saat ditemukan dalam bentuk potongan-potongan.
"Belum bisa dipastikan karena memang dari empat kantong jenazah yang sudah berada di RS Bhayangkara semuanya merupakan bagian-bagian tubuh. Tidak ada yang utuh," kata dia.
Namun demikian, mengingat semua anggota Polri yang ikut dalam pesawat tersebut termasuk petugas dengan risiko tinggi, semua data sudah lengkap termasuk dari pihak keluarga.
"Semua sudah terekam di Mabes Polri, jadi nanti tinggal mencocokkan," kata Jarot.
Hingga saat ini, kata Jarot, belum ada jenazah atau bagian tubuh korban yang ditemukan lagi oleh Tim SAR yang melakukan pencarian disekitar wilayah perairan Kabupaten Lingga.
"Belum ada lagi. Baru empat kantong yang dikirim ke RS Bhayangkara pada Minggu (4/12) kemarin," kata dia.
Pesawat M-28 Sky Truck terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang dengan 16 orang di dalamnya. Di Pangkal Pinang turun tiga orang. Sementara yang melanjutkan penerbangan menuju Batam sebanyak 13 orang terdiri atas lima kru dan delapan penumpang.
Namun pesawat tersebut hilang kontak saat terbang di atas wilayah Kabupaten Lingga dan kemudin diketahui jatuh di perairan utara Kabupaten Lingga pada Sabtu siang.
"Hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah ada korban selamat. Selain korban meninggal, ada tas dan identitas korban yang sudah ditemukan juga," kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Larno
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
