
Pemkot Tanjungpinang Dorong Ekonomi Kerakyatan

Kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kreatifitas, dimulai dari rumah, sangat bermanfaat bagi keluarga dan orang lain
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong program ekonomi kerakyatan berkembang pesat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Gedung Tun Fatimah Senggarang, Selasa mengatakan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan digalakkan kembali, terutama yang menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat.
"Kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kreatifitas, dimulai dari rumah, sangat bermanfaat bagi keluarga dan orang lain," ujarnya.
Dia mengemukakan masyarakat di berbagai daerah di Jawa dapat menjadi contoh. Mereka kreatif dan membuahkan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Kreativitas dan semangat yang tinggi membuahkan hasil yang positif bagi masyarakat yang kreatif di tengah persaingan usaha yang ketat.
"Di Sleman, limbah kayu dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual yang tinggi. Saya ingin di Tanjungpinang seperti itu," ujarnya.
Dia mengatakan pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui berbagai strategi. Dalam berbagai kegiatan, pemerintah selalu berupaya agar ekonomi kerakyatan diperhatikan sehingga berkembang.
Pelaku usaha kecil menengah harus memperoleh dampak positif dari kegiatan yang dilaksanakan pemerintah, terutama yang menyedot perhatian masyarakat.
"Dalam kegiatan olah raga baru-baru ini, perayaan hari besar nasional dan pariwisata, kami selalu mendorong agar berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan," ucapnya.
Selain itu, kata dia pengembangan ekonomi kerakyatan, terutama berbasis komoditas kebutuhan masyarakat juga mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Pemerintah memperhatikan tingkat konsumsi terhadap bawang, cabai, herbal, dan sayur-mayur lainnya sangat tinggi. Harga cabai contohnya, sampai sekarang masih tinggi.
Padahal cabai dapat ditanam di halaman rumah atau melalui pot bunga. Jika masyarakat memanfaatkan halaman rumah untuk menanam cabai, bawang dan tomat, maka tidak perlu lagi membeli di pasar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
"Harus dikembangkan kembali agar setiap keluarga menjadi lebih produktif," ujarnya.
Lis mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk menanam cabai, bawang, tomat dan lainnya sangat kecil, tetapi bermanfaat bagi keluarga.
"Jangan menutup sebelah mata terhadap permasalahan itu agar tidak menjadi masyarakat yang konsumtif. Masyarakat dapat menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain, yang jauh lebih penting," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
