
Pemkot Batam Genjot Peningkatan PAD Pada 2017

PAD sekarang tidak bisa dibanggakan. Saya titip cari PAD sebanyak banyaknya khususnya Dinas Pariwisata
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau bertekad menggenjot Penghasilan Asli Daerah dari pajak dan retribusi pada 2017, agar APBD meningkat dan dana untuk pembangunan infrastruktur pun besar.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam apel perdana 2017 di Batam, Selasa menyatakan PAD pada tahun-tahun sebelumnya belum bisa maksimal, meski potensinya besar.
"PAD sekarang tidak bisa dibanggakan. Saya titip cari PAD sebanyak banyaknya khususnya Dinas Pariwisata," kata Wali Kota.
Dinas Pariwisata diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya, agar mendatangkan penghasilan pajak dari industri hotel, hiburan dan restoran.
Pemerintah akan membangun berbagai infrastruktur demi mendukung pariwisata, di antaranya jalan dan lampu kota sebagai hiasan.
"Itu yang bangun dinas-dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota. Dispar hanya promosikan saja. Dinas lain bangun, pariwisata tinggal nikmati saja. Semakin banyak orang datang ke Batam semakin banyak PAD kita," kata Wali Kota.
Wali Kota mengingatkan industri lain yang terkait pariwisata juga ikut bebenah, untuk menyenangkan pelancong, seperti restoran dan hotel.
Bila saat ini masih banyak restoran yang tidak mengindahkan kesehatan, kebersihan dan estetika, maka dia berharap restoran mulai menjadikan tiga sendi itu sebagai pilar utama.
"Restoran hari ini dibiarkan begitu saja, ke depan saya titip Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan menyurati restoran, kalau bersih, wisatawan enak datang," kata dia.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam Raza Azmansyah menyatakan akan menggenjot empat sektor Pendapatan Asli Daerah dengan sistem pajak dalam jaringan, yaitu Restoran, Hotel, Hiburan dan Parkir.
Untuk tahap awal, pemerintah bekerja sama dengan perbankan akan 100 alat di 100 wajib pajak dari empat sektor industri itu.
"Akan diberlakukan seluruhnya, tapi secara bertahap," kata dia.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
