
Golkar Optimistis Memenangkan Pilkada Tanjungpinang

DPD Golkar Tanjungpinang tentunya memiliki cukup waktu untuk melakukan survei, dan memutuskan siapa kader yang pantas diusung
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Partai Golkar optimistis memenangkan Pilkada Tanjungpinang, meski sampai sekarang belum dapat memastikan apakah akan mengusung kader internal atau tidak.
"Harus lebih rasional menghadapi pilkada ini. Survei popularitas dan elektabilitas terhadap figur internal dan eksternal harus dilakukan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan," kata Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kepri Asmin Patros, di Tanjungpinang, Senin.
Dia mengatakan Golkar memiliki kader militan, populer dan berprestasi di Tanjungpinang antara lain Ade Angga, Teddy Jun Askara dan Dewi Kumala Sari. Ade Angga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri, sedangkan Teddy Jun Ketua Komisi IV DPRD Kepri.
Dewi Kumala Sari menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kepri.
"DPD Golkar Tanjungpinang tentunya memiliki cukup waktu untuk melakukan survei, dan memutuskan siapa kader yang pantas diusung," ujarnya.
Menurut dia, Pilkada Tanjungpinang merupakan pesta demokrasi yang "seksi" karena diselenggarakan setelah pesta demokrasi pada enam kabupaten dan kota, serta provinsi. Pesta demokrasi di Tanjungpinang menjadi perhatian lantaran sebagai ibu kota Kepri.
Golkar selama ini belum dapat mengalahkan PDIP, bahkan pada Pemilu Legislatif 2014.
Asmin menyatakan Golkar memiliki keinginan yang kuat untuk memenangkan Pilkada Tanjungpinang, dan menjadi pemenang pada Pemilu Legislatif tahun 2019.
Namun Golkar belum memutuskan apakah akan bertarung melawan Lis Darmansyah, Wali Kota Tanjungpinang yang dikabarkan kembali mencalonkan diri. Golkar juga belum dapat memastikan apakah akan berkoalisi dengan PDIP atau tidak.
"Politik itu dinamis, bisa berubah sesuai kebutuhan. Kami akan menganalisa untuk meraih kemenangan," katanya.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
