
Pemkot Batam Terima 1.932 Usulan Pembangunan

Kami menerima 1.932 usulan. Namun, hanya 50 persennya saja yang sampai ke tingkat kota
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam menerima 1.932 usulan pembangunan dari masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kelurahan dan kecamatan pada tahun anggaran 2018 yang berlangsung sejak pertengahan Maret.
"Kami menerima 1.932 usulan. Namun, hanya 50 persennya saja yang sampai ke tingkat kota," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah Kota Batam Wan Darussalam di Batam, Kepulauan Riau.
Kebanyakan usulan yang masuk berupa pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase.
Pemerintah kota masih akan melakukan pembahasan untuk menentukan usulan yang menjadi prioritas dan masuk dalam Rencana Kerja Daerah 2018.
Wan menjelaskan Pemkot Batam mulai tahun ini menerapkan musrenbang dengan sistem elektronik dengan e-planning. Usulan dari masyarakat disampaikan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Sistem itu sejalan dengan keinginan pemerintah daerah agar usulan dan data pendukung memiliki kesamaan dalam verifikasi yang dilakukan pemerintah.
E-planning juga turut mendukung rencana pemerintah kota mewujudkan tata kelola pemerintahaan yang baik, bersih, transparan, akuntabel, dan mengayomi.
Selain memudahkan pengajuan usulan secara dalam jaringan bagi kelurahan dan kecamatan, sistem itu juga dirancang agar anggota DPRD dapat langsung menyampaikan pokok-pokok pikirannya kepada pihak pemerintah.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap dengan aplikasi musrenbang elektronik, perencanaan menjadi sangat terbuka dan jelas.
Musrenbang perlu dilakukan lebih terpadu, terkoordonasi, tersinergi, komprehensif, dan partisipatif sehingga menghasilkan dokumen Rancangan Kerja Pemda 2018 yang baik.
Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan daerah bisa lebih berkesinambungan dan menjamin pembangunan sekaligus merespons berbagai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam Udin Sihaloho meminta masyarakat memahami bila usulannya tidak masuk dalam rencana pembangunan pada tahun anggaran 2018.
"Usulan yang masuk banyak sekali, sedangkan dana terbatas, sehingga perlu dibuat prioritas," katanya lagi.
Meski begitu, dia mengatakan bahwa pihaknya akan memperjuangkan rencana pembukaan jalan dari Bengkong menuju Batam Center dalam pikiran pokok DPRD. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
