
Renovasi Terminal Penumpang Hang Nadim Belum Terealisasi
Senin, 3 April 2017 20:14 WIB

Mudah-mudahan bisa cepat terlaksana, sehingga mudah-mudahaan saat mudik nanti tidak berdesak-desakan
Batam (Antara Kepri) - Rencana merenovasi ruang tunggu terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, agar mampu menampung lebih banyak penumpang hingga kini masih belum terlaksana.
"Hingga saat ini masih belum (terlaksana). Waktunya belum pasti," kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Senin.
Ia mengatakan, sedianya perluasan ruang tunggu penumpang pada lantai dua ditujukan agar kapasitas bandara tersebut meningkat mengingat pada musim libur atau saat musik mudik selalu penuh sesak penumpang.
Sejak akhir 2016, manajemen bandara sudah tidak memperpanjang banyak gerai penjual makanan, "oleh-oleh", minuman yang berada pada lantai dua karena dinilai terlalu banyak dan menghabiskan banyak ruangan.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam memiliki kapasitas hingga lima juta penumpang pertahun, namun sejak 2015 jumlah pengguna transportasi udara pada bandara tersebut sudah diatas lima juta orang dan terus bertambah.
"Mudah-mudahan bisa cepat terlaksana, sehingga mudah-mudahaan saat mudik nanti tidak berdesak-desakan," kata dia.
Saat ini, kata dia, BP Batam selaku pemilik bandara baru selesai membangun perluasan apron 240x150 meter persegi pada sisi kiri terminal dan sudah mulai dioperasikan untuk menampung pesawat.
"Apron baru sudah difungsikan. Sehingga bisa mengurai antrean pesawat di taxiway usai mendarat," kata Suwarso.
Selama ini saat jam-jam sibuk khususnya musim libur, mudik, atau sore hari di akhir pekan banyak pesawat harus antre masuk apron usai mendarat karena kapasitasnya tidak lagi mampu menampung banyaknya pesawat.
Dengan apron baru tersebut, Bandara Hang Nadim Batam mampu menampung hingga 22 unit pesawat berbadan lebar dalam waktu bersamaan. Untuk pesawat yang lebih kecil bisa jauh lebih banyak.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam adalah fasilitas milik BP Batam yang dibangun sejak periode 1980 saat Otorita Batam (sekarang BP Batam) dipimpin Presiden RI ketiga BJ Habibie.(Antara)
Editor: Niko
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
