
Perempuan Kepri Didorong Manfaatkan Kesempatan

Tempatnya perempuan bukan hanya di dapur
Batam (Antara Kepri) - Perempuan provinsi Kepulauan Riau didorong untuk memanfaatkan segala kesempatan untuk mengembangkan diri, sebagai buah dari perjuangan pahlawan emansipasi, Raden Ajeng Kartini.
"Jangan sia-siakan kesempatan yang ada sekarang," kata Ibu Gubernur Kepulauan Riau, Noorlizah usai menonton film Kartini bersama perempuan profesional di Batam, Kepri, Sabtu.
Ia mengingatkan perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan lelaki. Apa saja yang dilakukan lelaki juga bisa diselesaikan perempuan dengan sama baiknya.
Bila pada zaman dahulu perempuan dikekang adat istiadat dan budaya, maka kini tidak ada lagi yang mengikat perempuan untuk maju.
"Tempatnya perempuan bukan hanya di dapur," kata dia.
Ibu dua putri, Nora dan Nurhidayat itu mengaku terharu dengan perjuangan RA Kartini dalam meningkatkan derajat perempuan.
Kegigihan Kartini dalam meningkatkan derajat perempuan juga harus ditiru, agar perempuan Kepri tidak mudah putus asa dalam melakukan apa pun dalam hidupnya.
Kartini mengajarkan perempuan tidak mudah menyerah dan terus belajar demi kesetaraan dengan lelaki.
"Saya terharu dengan perjuangannya. Dan sekarang kita yang menikmati hasil perjuangannya," kata perempuan yang masih berkewarganegaraan Singapura itu.
Noorlizah memuji film besutan sutradara Hanung Bramantyo, Kartini, yang dianggap sukses menceritakan kerja keras pahlawan emansipasi wanita asal Jepara.
Bahkan, ia mengaku terus menangis saat menonton film, karena terbawa suasana perjuangan RA Kartini.
"Saya menangis terus. Ini sampai bulu mata terbalik," kata perempuan yang menonton dengan mengenakan baju kebaya panjang.
Bagian film yang paling membuatnya terenyuh, adalah saat Kartini dikekang di dalam kamar, tidak boleh ke luar kamar oleh orang tuanya, sambil menunggu lamaran dari bangsawan.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
