Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Tanjungpinang Pertahankan Program Wajib Mengaji

Minggu, 30 April 2017 23:38 WIB
Image Print
Walaupun baru beberapa tahun dilaksanakan, program ini sudah membuahkan hasil yang baik. Ini terlihat dari siswa-siswi yang setiap tahun ada yang khatam Al Quran

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mempertahankan program wajib mengaji di sekolah, karena berhasil mendorong siswa menamatkan bacaan Al Quran.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Tanjungpinang, akhir pekan, mengatakan program wajib mengaji di sekolah justru akan ditingkatkan untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.

"Walaupun baru beberapa tahun dilaksanakan, program ini sudah membuahkan hasil yang baik. Ini terlihat dari siswa-siswi yang setiap tahun ada yang khatam Al Quran," ujarnya.

Lis menegaskan kinerja kepala sekolah dan wakil kepala sekolah juga dinilai dari kemampuannya melaksanakan kebijakan pemerintah tersebut. Mereka diharapkan mampu mendorong guru sehingga memiliki kinerja yang lebih baik sehingga seluruh program pendidikan yang dicanangkan, termasuk program wajib mengaji berjalan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.

"Kami akan mengevaluasinya sehingga seluruh sekolah dapat melaksanakan program itu secara maksimal," ucapnya.

Baru-baru ini, Lis menghadiri acara khatam Al Quran di SDN 008 Tanjungpinang Timur, SDN 001 Bukit Bestari dan SMPN 4 Tanjungpinang.

Siswa-siswi yang khatam Al Quran d SDN 001 Bukit Bestari sebanyak 43 orang, SDN 008 Tanjungpinang sebanyak 22 orang.

Lis berharap siswa-siswi tidak hanya pandai membaca Al Quran, melainkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Al Quran itu pedoman hidup, modal untuk di akhirat kelak," katanya.

Menurut dia, seluruh pihak, terutama para orang tua memiliki tanggung jawab membesarkan dan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Pendidikan yang diberikan tidak hanya pengetahuan umum, namun juga rohani sehingga para pelajar tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif selama berada di lingkungan rumah maupun sekolah.

Kepala sekolah dan guru harus mampu mengelola sekolah dengan baik. Sekolah harus menjadi "rumah" tempat para pelajar mendapatkan ilmu dan berinovasi.

Di sekolah pula para pelajar mendapat tambahan ilmu agama, kekuatan mental dan dorongan untuk menjadi generasi muda yang berkualitas.

Sementara di rumah, para orang tua harus mampu membimbing anak-anaknya dengan cara yang baik. Keberhasilan para pelajar lebih banyak dipengaruhi orang tua, karena mereka lebih banyak berada di rumah dibanding di sekolah.

Sinergisitas harus dibangun antara pihak sekolah dengan orang tua siswa sehingga seluruh permasalahan siswa dapat segera diselesaikan. Selain itu, sinergisitas ini pula dapat mendorong siswa untuk lebih giat belajar.

"Tantangan sekarang sangat berat, karena itu para pelajar harus diberi bekal yang baik sehingga mampu menjadi generasi muda yang tangguh, berguna bagi keluarga, bangsa dan negara," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026