
Wakil Bupati Tanggapi Keluhan Masyarakat Desa Selemam

Natuna ( Antara Kepri ) - Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, dalam kunjungan syafari Ramadhan di Masjid Al - Babussalam, Desa Selemam Kecamatan Bunguran Timur Laut, menampung aspirasi dan memberikan arahan kepada pemerintah Kecamatan dan Desa Setempat, Senin malam ( 5/6).
Dalam sambutan Camat Bunguran Timur Laut, Drs. H. Ahmad, menyampaiakan kepada pemerintah Kabupaten agar kiranya dapat menjadikan program yang diajukan oleh Pemerintah Desa Selemam sebagai prioritas pembangunan daerah, khusunya infrastruktur jalan.
" Saya menyampaikan pesan dari Kades, minta agar jalan dari Desa Limau manis kesini dapat di perbaiki, terlebih lagi kami juga meminta agar dapat di prioritaskan pembangunan jalan dari Kampung Ceruk Desa Limau Manis melintasi Desa Selemam menuju Desa Air Lengit, dan satu lagi, jalan dari selemam menuju Bukit Arai, " ungkap Ahmad.
Ia menjelaskan jalan menjadi prioritas karena untuk mensejahterakan masyarakat desa selemam dan sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, menyampaiakan semua hal bisa dilakukan jika dibarengi dengan perencanaan yang baik.
Sebelum beliau menyampaikan giat - giat yang harus dilakukan dalam arah pembanguan Pemerintah Daerah, Ia juga berharap Desa Selemam dengan terpilihnya Kepala Desa yang baru akan membawa Desa ke arah yang lebih baik lagi.
" Kades baru terpilih dan telah menjabat selama Enam Bulan, saya harap jabatan tersebut di syukuri, Kades baru mudah - mudahan bisa membawa suasana baru, karena anggaran sudah ada di Desa," kata Ngesti.
Ia juga meminta Pemerintah Desa bisa mengelola pembangunan sendiri dengan harapan Kepala Desa menaati aturan, serta harus ada persiapan yang matang didalam perencanaan.
Ditekankanya pula dalam proses pembangunan harus ada pemberdayaan masyarakat karena untuk meningkatkan kemandirian Desa.
" Kita akan melihat sejauh mana perkembangannya, mudah- mudahan semakin berkembang, Desa adalah ujung tombak suatu daerah. Desa maju, Kecamatan juga akan maju, jika Kecamatan dan Desa maju maka Kabupaten akan nyaman, " ucapnya.
Wakil Bupati pada kesempatan tersebut mengatakan harus ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan desa, jika itu tidak terjadi maka apa yang diharapkan tidak akan terwujud.
" Wewenang Pemerintah Desa saat ini sudah sangat besar, kalau kita lihat sudah hampir sama cara kerjanya dengan Pemerintah Kabupaten, kenapa saya katakan sama, karena sama - sama mempunyai rencana kerja/pembangunan, RPJM, tetapi tidak untuk Kecamatan, " ungkasnya.
Karena itu beliau berharap harus selalu terjalin koordinasi dengan dinas terkait agar arah pembangunan daerah berjalan baik dan lancar.
" Kami tahun ini baru bisa menjalankan visi dan misi Bupati terpilih, sebelumnya di Tahun 2016 balum bisa kita mulai, karena masih dalam masa transisi, tahun ini baru bisa kami jalankan, mari kita bangun bersama natuna agar lebih baik kedepan, " ucapnya.
Terkait program Pemerintah Pusat dalam perceparan pembangunan Natuna sektor perikanan, Desa Selemam tidak terdapat potensi tersebut. namun Wakil Bupati, Ngesti, melihat potensi ada pada sektor pariwisata dan pertanian serta perkebunan.
" Disini kan tidak daerah perikanan, tetapi sektor perkebunan tidak menutup kemungkinan juga akan menjadi perhatian Pemerintah Daerah, tetapi semua kembali lagi dari desa sendiri, potensi apa yang bisa kita kembangkan?, terlebih lagi dana desa sudah ada, " terangnnya.
Ia juga mengingatkan Desa Selemam pernah mendapatkan bantuan karet pada saat beliau masih menjabat sebagai Anggota DPRD.
" Dulukan pernah ada bantuan karet kan? cuma karet sekarang memang harganya lagi naik turun, jika dihitung tidak cukup untuk kebutuhan hidup, harga cuma Rp.8000/Kg, namun kita jangan putus asa, saya juga punya kebun karet, tau betul keluhan para petani saat ini, " katanya.
Beliau mengajak para petani dapat melirik komoditi yang lain, seperti cengkeh dan rambutan.
" Sekarang yang masih normal harganya yaitu cengkeh, jika sini bisa ditanami cengkeh, hal itu bisa kita kembangkan disini, begitu juga dengan rambutan, " ucapnya.
Sementara terkait permintaan warga akan pembangunan akses jalan akan tetap diperjuangkan.
" Akses tembus ke air lengit sudah ada, cuma saja jembatan dan semenisasi jalannya yang rusak parah, masalah kita sekarang adalah pemda tidak memiliki anggaran untuk itu, dana adanya di kementerian, itulah yang harus kita jemput, " terangnya.
Karena itu ia berharap Desa harus membuat perencanaan untuk dasar Pemerintah Daerah dalam mengajukan suatu pembangunan. Diakhir sambutanya, Ia berharap apapun program Desa jangan sampai ada masalah, terlebih lagi terkait masalah hukum. ( Antara )
Editor : Rusdianto
Pewarta : Cherman
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
