PHRI Karimun Perbaiki Kualitas Pelayanan Hotel

id PHRI,Karimun,Perbaiki,Kualitas,Pelayanan,Hotel

Kalau hotel berbintang, di Karimun ada empat dan telah terverifikasi. Kita akan perbaiki dan tingkatkan kualitas pelayanan, baik sumber daya manusia maupun fasilitasnya
Karimun (Antara Kepri) - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau memperbaiki kualitas pelayanan hotel berbintang untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan maupun tamu yang menginap.

"Kalau hotel berbintang, di Karimun ada empat dan telah terverifikasi. Kita akan perbaiki dan tingkatkan kualitas pelayanan, baik sumber daya manusia maupun fasilitasnya," kata Ketua PHRI Kabupaten Karimun, Khaidir kepada Antara saat ditemui di ruang kerjanya, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Empat hotel berbintang tersebut, kata Khaidir, antara lain Hotel Aston, Maximillian, Paradise dan Balai View.

Keempat hotel ini telah terverifikasi kelayakan hotel berbintang, baik dalam pelayanan karyawan maupun fasilitas yang disediakan olehnya.

Selain itu untuk hotel yang terhimpun dalam PHRI ini sebanyak 34 Hotel dan 9 hotel lainnya belum menyatakan bergabung dengan pihaknya.

"Selanjutnya hotel-hotel lainnya juga akan menyusul," katanya.

Selain untuk meningkatkan kenyamanan para hunian hotel verifikasi ini dilakukan oleh pihaknya bertujuan untuk menarik daya kunjung wisatawan lokal maupun asing ke Karimun.

"Pasti tujuan kita semua untuk itu, bagaimana caranya agar wisatawan tersebut datang lagi ke Karimun dan menginap di hotel-hotel yang berada di sini," katanya.

Dia juga menyadari bahwa kunjungan wisatawan ke Karimun mengalami pengurangan, hal ini terbukti dari jumlah hunian di masing-masing hotel yang beroperasi di wilayah Karimun.

"Ya, semakin berkurang. Kita kan ada daftar tamu yang menginap, saat ini untuk kunjungan wisatawan di Karimun bervariasi," katanya.

Perbedaan data jumlah wisatawan ini katanya disebabkan oleh letak geografis hotel itu sendiri, dimana hotel yang beroperasi tak jauh dari pelabuhan domestik maupun internasional, mendapat hunian yang lebih banyak ketimbang hotel yang berada sedikit lebih jauh dari pintu masuk kabupaten maritim ini.

"Untuk kunjungan hotel dibagi menjadi dua wilayah, yang dekat dengan pelabuhan, jumlah pengunjungnya 50-60 persen kalau agak sedikit jauh 10-20 persen," katanya.

Selain itu, menurut pemilik hotel Wikoria ini, jumlah kunjungan wisatan asing ke Kabupeten Karimun mengalami penurunan hingga 50-60 persen, dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya, dimana menurutnya pada tahun sebelumnya hunian hotel di Karimun katanya lagi dipenuhi oleh para wisatawan asing, baik yang bekerja maupun yang berkunjung.

"Kita akui juga bahwa pekerja Saipem ini cukup terasa bagi pengusaha hotel. Dulu Hotel Aston selalu penuh, tapi sekarang sudah jauh sangat berkurang," katanya.

Tumbuh dan berkembangnya sektor industri di Karimun, menurut dia, sangat memberikan kontribusi langsung bagi seluruh lapisan masyarakat, dimana para pekerja asing tersebut menginap di kamar-kamar hotel yang ada.

"Belum lagi makan mereka, pengusaha kuliner pun turut merasakannya," katanya.

Selain pengaruh pertumbuhan industri, menurutnya menset masyarakat wisatawan juga harus seiring untuk mendukung kunjungan wisman tersebut. Tentunya hal ini akan sangat mempengaruhi kenyamanan para pengunjung ke Karimun, dimana para pengunjung akan dimanjakan oleh keramah tamahan masyarakatnya.

"Terlebih jika masyarakatnya dibekali dengan bahasa-bahasa asing. Kemudian berinteraksi dengan mereka," katanya.

Bersamaan dengan itu juga, fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah juga sangat mempengaruhi kenyamanan mereka, dimana para wisatawan pada umumnya berkunjung ke Karimun untuk berekreasi dan bersantai tanpa harus direpotkan dengan aturan-aturan yang justru memberatkan mereka.

Kunjungan Wisatawan

Terpisah, Kepala Seksi Atraksi Promosi Kerjasama Pariwisata Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Bennyyudishtira mengakui jika kunjungan wisatawan asing ke Karimun tidak mengalami peningkatan.

Saat ini kunjungan wisatawan ke Karimun mencapai 7.024 orang pada September 2017 sementara untuk total kunjungan wisman ke Karimun terhitung dari bulan Januari hingga September 2017 sebanyak 61,253 orang.

"Memang kita tidak dapat mengejar target yang diberikan oleh Provinsi, mungkin hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, namun komitmen pemerintah daerah saat ini dan untuk ditahun mendatang akan berupaya semaksimal mungkin," kata Bennyudishtira.

Komitmen yang dimaksudnya ialah lebih kepada tatanan wahana rekreasi maupun fasilitas penundukung lainnya. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat mendukung untuk mewujudkan Karimun sebagai daerah destinasi wisata.

"Sebab tanpa dukungan masyarakat juga, semua ini tidak berarti," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar