Data Center Indonesia Dinilai Kurang Aman

id Data Centre, Indonesia Dinila,i Kurang Aman

Ia mengatakan untuk membangun gedung data centre dibutuhkan biaya yang sangat besar
Batam (Antara Kepri) -  Keamanan pusat data center di Indonesia dinilai masih berada di strata tiga atau masuk dalam kategori kurang aman. Hal ini diutarakan anggota Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Timlak Wantiknas), Garuda Sugardo. 

Garuda, di Batam, Selasa, mengatakan meski Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun depan, namun untuk penyimpanan data seluruh peserta justru akan dikontrol empat data center dari negara luar, diantaranya Amerika dan Cina. 

"Keamanan data centrer kita belum terjamin, jadi yang dipakai data center dari Amerika yaitu google, amazone, microsoft dan satu lagi Alibaba dari Cina," katanya. 

Garuda mengatakan Indonesia memiliki tiga data center, yaitu milik Badan pengusahaan (BP) Kawasan Batam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong dan Telkom Sigma. 

Sementara data center milik kementerian atau lembaga lainnya berada satu gedung dengan aktivitas pelayanan. Padahal katanya bangunan data center tidak boleh bergabung dengan kegiatan lainnya. 

Ia mengatakan untuk membangun gedung data center dibutuhkan biaya yang sangat besar. "Data center milik BP Batam ini satu meter perseginya saja biayanya sekitar Rp10 sampai dengan Rp13 miliar," kata Garuda. 

Selain itu lanjutnya tembok data centre juga harus lebih kuat dari gedung lainnya. Garuda mengatakan empat tugas dari Wantiknas sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2014. 

Pertama merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional dan melakukan pengkajian, evaluasi, memberikan masukan dalam penetapan langkah-langkah penyelesaian permasalahan strategis. 

Selain itu pihaknya juga diberikan tugas untuk melakukan koordinasi nasional instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, lembaga profesional dan masyarakat. 

Serta memberikan persetujuan atas pelaksanaan program pengembangan teknologi dan informasi.(Antara) 

Editor: Evy R. Syamsir

Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar