
Pemkot Batam pastikan ketersediaan pangan jelang Imlek

Karena biasanya, setiap tahun pedagang tidak berjualan, sehingga dari sekarang sudah harus nyetok kalau enggak mau kekurangan
Batam (Antaranews Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau memastikan ketersediaan pangan untuk warga kota kepulauan itu menjelang Hari Raya Imlek.
"Enggak ada masalah, stok cukup. Kita terus turun ke pasar untuk pantau harga," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi di Batam, Kamis.
Menurut Zaref, saat Imlek, banyak warga kota yang pulang ke kampung halaman, sehingga permintaan bahan pangan menurun.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan harga kebutuhan pokok cenderung stabil untuk sebagian besar komoditas.
"Kenaikan tampak pada komoditas cabai-cabaian," kata dia.
Berdasarkan survei harga rutin yang dilakukan Disperindag, harga rata-rata cabai merah keriting di empat pasar di Batam Kota dan Jodoh pada 9 Februari mencapai Rp49.000 per kg, dan kini rata-rata harga cabai merah keriting di pasar yang sama mencapai Rp53.250.
Rata-rata harga cabai hijau juga naik dari Rp33.000 per kg menjadi Rp38.000 per kg. Dan cabai rawit rata-rata naik dari Rp38.250 per kg menjadi Rp40.750 per kg.
Lain dengan cabai, harga bawang merah turun dari Rp29.500 per kg menjadi Rp23.750 per kg. Bawang putih juga turun dari Rp21.000 per kg menjadi Rp17.750 per kg.
Harga bayam, yang pada Januari menjadi penyumbang inflasi terbesar, kembali mengalami kenaikan harga dari Rp8.250 per kg pada pekan lalu, kini Rp9.000 per kg.
Sementara itu, warga Tiban, Zulheimi mengatakan terpaksa menyetok berbagai kebutuhan pangan untuk mengantisipasi kelangkaan.
"Karena biasanya, setiap tahun pedagang tidak berjualan, sehingga dari sekarang sudah harus nyetok kalau enggak mau kekurangan," kata dia.
Menurut dia, kebanyakan pedagang sayur dan kebutuhan pokok adalah warga yang merayakan Hari Raya Imlek, dan pulang kampung.
"Memang begitu, bisa sampai seminggu toko-toko tutup," kata dia. Baca juga: 1.300 narapidana diizinkan mudik imlek
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
