Logo Header Antaranews Kepri

Kementerian ESDM lanjutkan Program Batam Kota Gas

Senin, 30 April 2018 21:53 WIB
Image Print
Enggak mandeg, terus saja, tapi bertahap karena APBN terbatas, makanya kerja sama dengan PGN

Batam (Antara) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melanjutkan kembali program Batam Kota Gas, yang pernah dicanangkan pemerintah, beberapa tahun lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di Batam, Senin, menyatakan pemerintah bersama Perusahaan Gas Negara (PGN Persero) akan terus membangun jaringan di kota itu untuk mencapai Batam Kota Gas.

"Enggak mandeg, terus saja, tapi bertahap karena APBN terbatas, makanya kerja sama dengan PGN," kata Djoko.

Pemerintah, kata dia, telah membangun sekitar 4.000 jaringan gas rumah tangga di kota itu pada 2016. Pemerintah akan menambah jaringan, bila ada permintaan masyarakat.

Ia mengatakan, bila warga ingin rumahnya disambung jaringan gas, maka bisa meminta untuk disambungkan melalui PGN. Bila permintaahn sudah mencapai ratusan hingga ribuan, baru dapat direalisasikan.

"Tergantung permohonan masyarakat, selama ada penambahan permohonan. Tapi dikumpulin dulu biar murah. Biar bisa sekaligus, biar enggak mahal," kata dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron menyatakan penyambungan jaringan gas dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Penyambungan, kata dia, tidak bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak, karena pemerintah masih menyubsidi biaya koneksi sekitar Rp10 juta per rmah.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada swasta yang tertarik membangun jaringan gas ke rumah warga.

"Swasta belum ada yang berminat, karena butuh investasi besar sedangkan harga rendah," kata dia.

Program penyambunagn jaringan gas ke rumah tangga adalah program kerakyaatan pemerintah untuk menyejahterakan rakyat.

Gas untuk rumah tangga, kata dia, memberikan kemudahan bagi masyarakat, kenyamanan sekaligus kemurahan dalam harga, karena lebih ekonomis.

"Kami berpandangan ini harus dikembangkan, dengan nilai manfaat diperbesar. Bila memungkinkan menjangkau seluruh Indonesia," kata dia.



Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026