
Pelni tambah frekuensi pelayaran hadapi arus mudik

Bukan penambahan kapal tapi volume jadwal yang ditambah
Batam (Antaranews Kepri) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menambah frekuensi pelayaran Batam-Medan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat arus mudik Lebaran 2018.
Kepala Cabang PT Pelni Batam, Sugiyanto di Batam, menyatakan jika pada hari biasa KM Kelud yang melayani pelayaran Batam-Medan berlayar dua kali sepekan, maka saat musim mudik Lebaran tahun ini menjadi tiga kali dalam sepekan.
"Bukan penambahan kapal tapi volume jadwal yang ditambah," kata dia.
Penambahan frekuensi itu dilakukan pada tanggal, 9, 11 dan 13 Juni 2018, yang diperkirakan puncak arus mudik Lebaran. Pada tiga waktu itu, KM Kelud akan memutar rute dari Medan-Batam-Medan.
Ia mengatakan Pelni sengaja menambah jadwal pelayaran Batam-Medan, karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, rute itu yang paling banyak diminati.
Menurut dia, warga masih memilih ke kampung menggunakan kapal Pelni karena harganya relatif lebih murah ketibang transportasi udara.
Sedangkan untuk pelayaran ke Jakarta, rencananya Pelni akan menyiagakan KM Dorolonda untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Namun, ia belum dapat memastikan jadwal pelayaran kapal itu, menunggu respon masyarakat.
Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) menggandeng Pelni, menyiapkan 4.750 tiket mudik gratis ke beberapa daerah di Indonesia, menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Jumlahnya 4.750 tiket untuk semua rute, termasuk dari Batam menuju Medan," kata Humas Pelindo I, Fiona Sari Utami
Ia mengatakan sebanyak 4.750 tiket mudik gratis bersama Pelindo itu untuk perjalanan melalui laut dan darat.
Sayang, Fiona masih enggan menyebutkan bagaimana cara pendaftaran tiket mudik gratis bersama Pelindo I itu, juga kapan program itu akan dimulai.
Ia juga belum menjabarkan rute perjalanan yang disiapkan Badan Usaha Milik Negara itu.
"Nanti ada pendaftaran, fotokopi KTP, dan Kartu Keluarga harus dilampirkan. Informasi lengkapnya akan kami sampaikan nanti," kata dia.
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
