Pemudik dari Natuna berebut kapal

id Pemudik dari Natuna berebut kapal

Tinggi animo masyarakat Natuna dari Ranai menunju berbagai daerah pulau sekitar Natuna bahkan nekat menggunakan pompong.
Natuna (Antaranews Kepri) - Puncak arus mudik di Natuna terjadi pada Rabu (13/6),  banyak pemudik yang berebut menaiki kapal, hal itu terlihat diberbagai pelabuhan di Natuna seperti pelabuhan Selat Lampa dan Pelabuhan Serasan.

Para pemudik sebagaian besar menggunakan kapal laut, seperti KM Sabuk Nusantara 30, 39, 62,59 dan KM Kalimas Utama. Tingginya animo masyarakat Natuna dari Ranai menunju berbagai daerah pulau sekitar Natuna bahkan nekat menggunakan kapal kayu (pompong).

Puncak arus mudik dari Ranai tujuan Subi, Serasan dan Sentete, tercatat 506 penumpang dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 30, sementara kapasitas kapal hanya 450 penumpang, diperkirakan masih ada 200 penumpang tidak terangkut.

Nahkoda KM Sabuk Nusantara 30 Mohd.Nasir, mengakui meski melebihi kapasitas kapal tetap diberangkatkan.

"Kami akui ada over kapasitas, namun ada kebijakan bersama syahbandar, kapal juga masih mampu dan kami yakin bisa maka terpaksa diangkut, kasian penumpang jauh-jauh datang dari Ranai ke Lampa jika tidak dilayanani," kata Nasir.

Sementara dari salah satu penumpang, H Mahmud mengatakan dengan kondisi kapal yang over kapasitas membuat kondisi ruangan kapal panas.

"Dari 700 penumpang yang memiliki tiket hanya 506, selebihnya tidak memiliki tiket, meskipun demikian kami selalu maklum, karena dari dulu telah terbiasa jika arus mudik seperti inilah kondisinya, karena didalam panas banyak penumpang memilih tidur diluar ruang penumpang," cerita Mahmud, penumpang Natuna tujuan Sentete.

Sebelumnya penumpang tujuan Midai dan Serasan juga mudik menggunakan pompong, 76 orang tujuan Midai dan 67 orang termasuk Sekretaris Daerah, Wan Siswandi, tujuan Serasan.

"Kapal Sabuk 80 akan membantu pada arus balik nanti, pada tanggal 21 Juni dari Kijang, 24 tiba di Serasan, 25 di Selat Lampa, cuma tidak rute ke Subi, tetapi akan ada rute ke Sedanau," kata, Surahman, kepala Syahbandar wilayah Kerja Serasan dan subi.

Hal serupa juga terjadi di pelabuhan Selat Lampa, kepadatan penumpang terlihat pada hari ini. 

"Hari ini dua kapal Pelni Sabuk Nusantara 39 dan 62, diperkirakan akan dipadati penumpang yang hendak mudik. Jelas saja, pada saat Sanus 39 sandar di Selat Lampa, terlihat antrian panjang penumpang," ucap Iskandar Dj, Kepala Dinas perhubungan saat turut meninjau arus mudik di Selat Lampa,Selasa (12/6).

Untuk menghindari over kapasitas, sejumlah penumpang tujuan Tanjungpinang yang naik dari Selat Lampa diturunkan.

"Mereka diminta menaiki Sanus 62 pada sore ini, kami turun langsung, guna meninjau arus mudik, agar para penumpang merasa nyaman dan aman saat pulang kampung”, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Syahbandar Natuna Liber FH menerangkan, jumlah penumpang naik kapal Sanus 39 sebanyak 432 orang, sedangkan yang turun 220 orang.

Dari daftar manifest pembelian tiket, terdapat kelebihan penumpang sekitar 100 orang. Karenanya syahbandar menurunkan sebagian penumpang, dipindahkan ke Sanus 62.

Sanus 39 memiliki daya tampung 468 orang penumpang, sementara yang naik hanya 432 orang. Jumlah tempat tidur sebanyak 400 ditambah kamar, jadi masih mencukupi.

“Besok masih ada Sabuk 59 menuju Subi, Serasan dan Pontianak, sekarang masih berlabuh di Sedanau. Kendalanya, penumpang tidak mau menunggu kapal berikutnya karena pengen cepat pulang, sehingga kapal terakhir bisa jadi kosong”, pungkasnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar