PT MBKI Bangun Pabrik Rokok Di Kawasan FTZ

id PT MBKI,Pabrik rokok di Tanjungpinang

PT MBKI Bangun Pabrik Rokok Di Kawasan FTZ

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meresmikan pembangunan pabrik rokok PT Megatama Batu Karang Indonesia (MBKI). (Foto: Istimewa)

Target perusahaan, sebagian besar rokok yang diproduksi perusahaan ini akan diekspor  ke Malaysia
PT Megatama Batu Karang Indonesia (MBKI) akhirnya merealisasikan niatnya membangun pabrik rokok pertama di Dompak, Tanjungpinang. 
     
Investasi yang ditanamkan perusahaan itu di Dompak pertama kali terjadi sejak Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan wilayah Bintan terbentuk (Free Trade Zone/FTZ).
     
Pembangunan pabrik rokok ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun di kawasan bebas di Dompak, Tanjungpinang, Kamis.
Peresmian pembangunan pabrik rokok PT MBKI (Foto: Istimewa)

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mendukung investasi tersebut di Dompak. Ia juga minta perusahaan rokok membantu warga sekitar. Pihak perusahaan harus merekrut warga Tanjungpinang sebagai tenaga kerja.
     
"Kami bersedia melatih warga yang bekerja di perusahaan ini. Kalau ada permasalahan lain pun kami bersedia membantu," katanya.
     
Direktur Utama PT Megatama Batu Karang Indonesia, Sunadi mengatakan, investasi untuk pembangunan pabrik rokok ini senilai Rp250 miliar untuk tahap awal.
   
"Investasi akan ditingkatkan pada tahun kedua," katanya.
   
Sunadi mengungkapkan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 250 orang. Jumlah tenaga kerja tentu dibutuhkan lebih banyak lagi jika perusahaan ini berkembang.
   
Tenaga kerja yang direkrut berasal dari warga tempatan.
 
Dirut PT MBKI Sunadi memberikan sambutan. (Foto: Istimewa)

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pembangunan pabrik rokok ini," ucapnya.
   
Sunadi mengemukakan lahan yang digunakan untuk membangun pabrik rokok ini seluas 16 hektare. Lahan tersebut dibeli dari masyarakat.
     
"Target perusahaan, sebagian besar rokok yang diproduksi perusahaan ini akan diekspor  ke Malaysia," katanya.
   
Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Tanjungpinang, Den Yealta mengatakan rencana  pembangunan pabrik rokok di kawasan ekonomi bebas ini sudah direncanakan sekitar 2 tahun lalu.
 
Foto bersama usai peresmian. (Foto: Istimewa)

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, masyarakat dan media massa yang mendukung investasi di Tanjungpinang," katanya.
   
Den Yealta mengemukakan rokok yang diproduksi perusahaan itu lebih banyak dijual ke Malaysia, karena itu dibutuhkan pelabuhan ekspor dan jalan.
   
"Kami berharap dukungan dari pemerintah sehingga investasi dapat berkembang pesat di kawasan bebas," katanya.
   
Ia optimistis investasi rokok ini sebagai "pemikat" bagi investor lainnya untuk berinvestasi di Dompak. Tahun ini, kata dia salah satu pengusaha garam akan membangun perusahaan garam di Dompak. Pihak perusahaan telah melakukan penelitian terhadap kualitas garam di sekitar Dompak.
     
"Juga ada perusahaan yang menyediakan suku cadang pesawat apung yang berencana berinvestasi di kawasan bebas di Tanjungpinang," tegasnya.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar