BICC tampilkan budaya empat negara

id BICC

Silvia Hilda Kusumaningtyas (Antaranews Kepri/Pradanna Putra)

Batam (Antaranews Kepri) - Batam International Culture Carnival (BICC) yang diadakan pada Sabtu (9/12), di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, menampilkan budaya dari empat negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia dan India. 

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Karnaval Indonesia (DPD Akari) Provinsi Kepri, Silvi, di Batam, Selasa, mengatakan, iven tersebut merupakan kedua kalinya dilaksanakan yang bekerjasama dengan Badan Pengusahan Batam. 

"Batam International Culture Carnival ini merupakan 100 iven Wonderfull Indonesia yang masuk dalam kalender iven Kementerian Pariwisata," katanya.

Silvi menambahkan kegiatan tersebut akan diikuti 300 peserta yang merupakan anggota dari DPD Akari Provinsi Kepri. Terdiri dari Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Karimun dan Lingga. 

"Jumlah pesertanya naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2017 dan itu belum ditambah peserta dari luar Kota Batam dan luar negeri," ujarnya.

Tahun ini lanjutnya, BICC akan menampilkan kostum dengan beberapa tema. Diantaranya Wayang Nusantara, Suku Laut, Agro Culture, melayu dan daur ulang.

"Kita juga akan menampilkan art ware carnival, kids carnival, fashion show dan fashion disigner," ujarnya. 

Silvi mengatakan peserta dari kota di luar Batam ada dari Jember Carnival, Solo Carnival dan Poso Tourism Carnival. 

"Mereka sudah confirm hadir di acara BICC dan nanti ada juga kesenian dari paguyuban-paguyuban di Kota Batam dan kita kedatangan tamu dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan India," paparnya.

Tamu dari luar negeri tersebut lanjutnya berjumlah sekitar 100 orang dam tidak hanya menonton, tapi ikut menjadi peserta di iven BICC. 

Silvi mengatakan, paguyuban Hindu Krisna dari Singapura datang ke Kota Batam, khusus untuk mengikuti BICC.

"Ada juga dari asosiasi chongsam China akan hadir sekitar 20 orang dan dari India," paparnya.

Menurut Silvi, setelah tampil di BICC tema wayang nusantara nantinya akan melakukan hal yang sama pada Chinghei Festival di Singapura.

"Chinghei festival ini digelar pada Februari 2019," ujarnya. Tahun ini kata Silvi pihaknya mengangkat tema agro culture sebagai salah satu upaya memperkenalkan pariwisata Provinsi Kepri melalui pertanian. 

Sementara itu Ketua Panitia BICC dari BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, pihaknya berharap iven tersebut akan menjado ajang tahunan sehimgga dapat mendongrak jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara ke Kota Batam.

"Nantinya iven ini akan menjadi salah satu andalan bagi Kota Batam dan kita yakin BICC bisa menyedot perhatian wisatawan mancanegara," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar