
Nelayan Pulau Midai hilang ditemukan selamat

Natuna (ANTARA) - SAR gabungan Pos Angkatan Laut (Posal) Midai berhasil menyelamatkan satu orang nelayan asal Pulau Midai yang dinyatakan hilang kontak saat melaut pada 2 Maret lalu.
"Tadi siang saya mendapatkan informasi tersebut dari nelayan Midai, atas nama Bapak Romiyati, 30 Tahun, bahwa ada warga mereka atas nama Karmain usia 50 Tahun tidak kunjung kembali dari melaut. Dasar itulah kita kerahkan Posal Midai bersama para nelayan melakukan SAR," kata Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Minggu (3/3) malam di Ranai, Natuna.
Diketahui, Karmain (50 th), Alamat Desa Tanjung Selamat Kelurahan Sabang Barat Kecamatan Midai tersebut, ditemukan selamat pada lokasi biasa Ia mencari ikan, kurang lebih 20 NM dari pulau Midai.
Ditemukannya Karmain, menurut Danlanal berawal dari diperintahkannya Pjs, Danposal Midai Serma SAA Tri Sujatmiko untuk melaksanakan SAR dan berkoorsinasi dengan Organisasi Nelayan Midai, serta memberikan info kepada para nelayan yang lain untuk mencari keberadaan Karmain.
"Pukul 15.15 WIB Pjs, Danposal beserta tiga personil Posal Midai dan masyarakat nelayan melaksanakan SAR diperairan Midai dimana tempat Bapak Karmain mencari ikan. Unsur yang terlibat SAR yaitu 1 Sea Rider 02 TNI AL Midai dan 2 perahu nelayan Midai," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, setelah malakukan pencarian, akhirnya Karmain berhasil ditemukan dalam kondisi mesin rusak pada kordinat 03 01 7 U - 107 55 667 T.
Dalam proses evakuasi perahu Karmain di gandeng atau tunda oleh KM. Anugerah, sementara Karmain sendiri dibawa menggunakan Sea Rider 02 Pos TNI AL Midai menuju dermaga dan disambut oleh pihak keluarga.
Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, SE menyampaikan, Karmain yang sebelumnya dinyatakan hilang oleh pihak keluarga, akhirnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan.
"Kita patut bersyukur bahwa Bapak Karmain dapat kita temukan dalam keadaan selamat dan sehat," ujarnya.
Lebih lanjut komandan Lanal Ranai menghimbau kepada masyarakat nelayan yang mencari ikan di laut lepas, penting agar mereka ketahui apa saja yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri saat berada di laut.
Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama dalam berlayar, diperlukan skill, pengetahuan serta alat keselamatan yang layak dan alat komunikasi wajib harus ada diatas kapal.
Ia juga berpesan, sebelum melaut agar mempersiapkan segala sesuatunya karena nelayan sangatlah rentan mengalami kecelakaan di laut.
"Apalagi jika cuaca buruk dilaut, gelombang tinggi, serta angin kencang, akan memperbesar risiko nelayan mengalami laka laut. Namun, dengan mengerti tentang keselamatan dalam berlayar secara benar maka kecelakaan laut dapat diminimalisir," tegasnya.
Baca juga: Terapung 20 jam dua nelayan hilang ditemukan
Baca juga: Dua nelayan Lingga hilang saat melaut
Baca juga: Nelayan Sedanau Telah Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal
Baca juga: Kapal Karam Lima ABK Hilang
Pewarta : Cherman
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
