Turis mancanegara padati pusat perbelanjaan di Batam

id wisman Batam, mal batam

WISMAN AKHIR PEKAN BATAM, 23/3 - WISMAN AKHIR PEKAN. Sejumlah wisatawan baru tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam, dari Singapura, Sabtu (22/3). Pada akhir pekan Batam banyak dikunjungi oleh wisatawan yang memanfaatkan libur kerja dengan berbelanja berbagai kebutuhan pokok di pusat perbelanjaan dan pasar yang ada di Batam. ANTARA FOTO/Joko Sulistyo/14

Batam (ANTARA) (ANTARA) - Wisatawan atau turis dari mancanegara memadati sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Batam Kepulauan Riau, Sabtu, yang merupakan libur panjang bagi warga Singapura.

Seorang wisatawan asal Singapura, Joan, mengatakan memang sengaja datang ke Batam pada akhir pekan ini, yang menjadi libur panjang karena libur nasional memperingati Jumat Agung.

"Untuk perjalanan singkat, pilihannya selalu Batam. Makanya saya dan kawan-kawan memilih berlibur ke sini," kata Joan.

Batam, kata dia, merupakan pilihan yang tepat untuk melarikan diri dari rutinitas yang melelahkan. Karena dekat, sehingga biaya perjalanannya pun relatif murah. Selain itu  Batam memiliki kuliner yang khas dan menyegarkan.

"Masakan padang," katanya saat ditanya makanan favorit di Batam.

Berbeda dengan Joan, wisatawan asal Singapura lainnya, Louisa mengatakan senang menghabiskan waktu di spa-spa di Batam.

"Ke Batam itu untuk relaks, spa di sini tenang dan murah," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata memperkirakan terjadi lonjakan kunjungan wisman ke Batam, pada akhir pekan ini.

"Kita lihat sendiri, mal-mal penuh dengan wisman yang sibuk berbelanja dan menikmati wisata kuliner," kata dia.

Banyaknya wisman yang datang ke Batam, menandakan kota itu semakin nyaman sebagai tempat destinasi wisata. Apalagi pemerintah terus membangun infrastruktur jalan dan taman-taman kota untuk memanjakan pelancong.

Ia pun optimistis Batam bisa meraih 2,4 juta kunjungan wisman sepanjang tahun ini, seperti yang ditargetkan Kementerian Pariwisata.

 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar