Logo Header Antaranews Kepri

Natuna berpotensi menjadi ekonomi maritim dunia

Kamis, 23 Januari 2020 15:55 WIB
Image Print
Staf khusus bidang politik dan keamanan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Fred S Lonan saat ditemui wartawan di RM Sisi Basisir, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (22/1). (Antara/Cherman)

Natuna (ANTARA) -
Staf khusus bidang politik dan keamanan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Fred S Lonan mengatakan Natuna akan dikembangkan menjadi kawasan Ekonomi Maritim secara besar-besaran.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat melakukan kunjungan kerja bersama tim di Natuna yang dimulai dari tanggal 22 sampai dengan 23 Januari 2020.

"Ini jika dikembangkan lebih besar lagi, akan menjadi penghasil baru bagi negara," kata Fred, saat menanggapi pertanyaan para wartawan setelah Ia meninjau berdirinya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Rabu malam.

Ia mengungkapkan untuk saat ini belum cukup besar pembangunan SKPT tersebut jika Natuna ingin dijadikan sentra perikanan internasional dilihat dari letak geografis Natuna yang berada di pusat Asia tersebut.

"Masih kurang besar, harus dikembangkan lebih luas lagi jika ingin dijadikan kawasan ekonomi maritim di sini," ujarnya

Selain itu, sampai hari ini, kata dia, pemerintah daerah sendiri belum membuat secara tertulis mengenai wilayah peruntukan sebagai kawasan strategis ekonomi maritim tersebut, atau tata ruang pengembangan daerah itu.

"Katakanlah kawasan ini sebagai KEK, kita berharap Pemda Natuna dapat memberikan kita data-data tersebut, yang kita butuhkan itu, data," tegasnya.

Namun, kata dia, untuk saat ini masih terlalu kecil jika Natuna ingin dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus. Ia juga mengatakan SKPT yang telah ada di Natuna saat ini belum mumpuni.

"Saat ini belum lah ya, masih skala kecil, kita butuh lebih besar lagi, kawasan khusus itu nantilah akan kita tetapkan, kita juga akan melihat skalanya," kata dia.

Pemerintah pusat masih dalam kajian dan akan dirumuskan setelah mendapatkan hasil kajian dari berbagai unsur untuk menentukan sistem pembangunan seperti apa yang akan di kembangakan untuk Natuna.

"Tim kita ini terdiri dari berbagai unsur, ada KKP, BPPT, Bapenas, Angkatan Laut, Menko Maritim sendiri, semua lengkap sehingga konsepnya nanti akan muncul setelah dirapatkan," kata dia.

Ia mengatakan, tim masih fokus pada kajian sentra perikanan yang berskala internasional dan pariwisata.

"Jika nanti kawasan ini telah bisa menarik investor, maka akan besar, bisa saja jadi KEK, itu persoalan administrasi saja," kata dia.

Selanjutnya, Ia mengatakan intinya tim yang dipimpinnya saat ini mengkaji untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat agar menjadikan Natuna pusat kawasan khusus sentra perikanan.

"Pariwisata juga tentunya, kan ada juga dari pariwisata yang ikut kita, kita melihat banyak sekali spot-spot diving dan kita melihat sangat layak untuk para penyelam penyelam manca negara," pungkasnya.

Ia mengaku posisi Natuna sangat strategis, karena berada pada silangan ALKI II.

Terkait Program Gerbang Dutas yang sempat dicanangkan pemerintah pusat sebelumnya menurutnya akan terus dikembangkan hingga kini.

"Itu sifatnya antisipatif saja, karena kita tau Natuna daerah strategis yang bersinggungan dengan banyak negara," tutupnya.

Diketahui saat ini hingga Kamis sore, tim usai melakukan peninjauan ke Teluk Buton, Bunguran Utara dilanjutkan melakukan rapat di Mako Lanal Ranai bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026