Logo Header Antaranews Kepri

Lomba cipta lagu Melayu

Rabu, 11 Maret 2020 12:28 WIB
Image Print
Lomba Cipta Lagu Melayu Batam. ANTARA/ Dokumen

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menggelar Lomba Cipta Lagu Melayu (LCLM) sebagai upaya memajukan kebudayaan Melayu sesuai Perda No.1 tahun 2018.

"Kami harap dengan lomba ini maka mampu memperkaya Kota Batam dengan karya seni berupa lagu Melayu yang telah diseleksi dan dapat dipresentasikan sebagai lagu Kota Batam," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, Selasa.

Hasil Lomba Cipta lagu Melayu (LCLM) yang dibuka 15 Maret itu diharapkan dapat dijadikan karya seni identitas Kota Batam yang disebarluaskan kepada masyarakat.

LCLM ini juga diharapkan memicu kreatifitas seni anak muda Batam khususnya dan Kepri umumnya untuk menggali potensi di bidang seni kreasi melalui cipta lagu melayu.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Muhamad Zen menjelaskan LCLM dibagi menjadi dua tahap yaitu penyisihan dan final.

Tahap penyisihan 15 Maret sampai 15 Juni akan disaring sepuluh lagu yang masuk pada putaran final pada 4 Juli 2020.

"10 karya atau lagu yang terpilih akan diaransemen bersama oleh pencipta lagu dengan arranger lagu melayu yang telah di tunjuk oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Sepuluh lagu hasil aransemen akan dinyanyikan dihadapan dewan juri pada final," kata dia.

Aliran lagu yang dilombakan yaitu Joget, Langgam, Inang, Ghazal, Zapin, dan lain-lain.

Setiap karya, harus belum pernah diperlombakan sebelumnya. Lirik lagu menceritakan tentang kehidupan Batam dan Kepri seperti alam, budaya, sejarah, cinta, dan sebagainya.

Kemudian Lagu tersebut dikirimkan dalam format audio baik berupa rekaman sederhana atau rekaman profesional.

Peserta harus melampirkan notasi lagu, biodata lengkap peserta sesuai formulir terlampir.

"Juri yang menilai berasal seniman Kota Batam. Juri menilai lagu yang diciptakan bukan penyanyinya. Pemenang akan dipilih empat pemenang yakni juara 1, 2, 3 dan harapan 1," kata dia.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026