Logo Header Antaranews Kepri

Ratusan pengungsi banjir di Poso bertahan di tempat ibadah

Jumat, 1 Mei 2020 06:04 WIB
Image Print
Salah seorang tim penyelamat mengangkat barang warga untuk dievakuasi di tempat yang lebih aman. (HO-BPD Poso)

Palu' (ANTARA) - Sekitar 400 jiwa korban banjir bandang di Kabupaten Poso hingga Kamis dini hari masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian di sejumlah lokasi seperti tempat ibadah karena air belum juga surut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Poso, Anto, dihubungi dari Palu, Kamis malam, mengatakan mereka mengungsi di rumah-rumah ibadah seperti masjid dan gereja.

"Air sampai sekarang belum surut, masih menggenangi permukiman," katanya.

Anto mengatakan ketinggian air bervariasi antara 1 meter hingga 1,5 meter sehingga menyulitkan tim penyelamatan mengevakuasi sebagian warga yang terjebak banjir.

"Air bahkan sampai di kepala sehingga sulit kita evakuasi," katanya.

Dia mengatakan khusus di wilayah Poso Selatan para pengungsi mengalami pemadaman lampu dari aliran PLN sehingga mereka hanya menggunakan genset.

"Total pengungsi di daerah itu sekitar 200 jiwa," katanya.

Terkait kebutuhan logistik kata Anto, hingga Kamis malam masih dapat diatasi atas bantuan masyarakat, bupati, dan instansi terkait seperti BPBD Poso,

Anto mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur daerah itu sejak Rabu (29/4) sore dan terus berlangsung hingga Kamis siang.

"Banjir sudah terjadi jam 10.00 Rabu malam di beberapa desa di Poso Kota, Poso Kota Selatan, Poso Pesisir dan Poso Pesisir Selatan," kata Anto.



Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026