
Disbudpar Batam jamin "flash mob" tetap patuhi protokol kesehatan

Batam (ANTARA) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Kepulauan Riau, Ardiwinata, memastikan penyelenggaraan tari serempak (flash mob) yang digelar di pusat perbelanjaan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
"Penampilan yang luar biasa ini tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada," kata Ardiwinata, Minggu.
Seluruh peserta, baik dari Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) dan juga penari tetap mengenakan masker dan mencuci tangan.
Ia mengatakan flash mob memang sengaja dilaksanakan di pusat perbelanjaan. Karena menurut dia, di sanalah lokasi yang aman saat pandemi COVID-19, mengingat seluruh pengelola sudah menerapkan protokol kesehatan.
Setiap pengunjung yang masuk mal diperiksa suhu tubuh, disiapkan cairan pembersih tangan, diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak.
Rencananya, flash mob akan rutin digelar di pusat perbelanjaan dan tempat lain secara bergantian.
Kegiatan itu, kata dia, untuk mengapresiasi anggota BBDC yang terus melakukan latihan secara daring selama tiga bulan.
"Memberikan semangat dan apresiasi kepada mereka. Penampilan selanjutnya makin heboh dan luar biasa," kata dia.
Sementara itu, flash mob yang menyertakan 41 orang pemain inti dan 29 orang pemain figuran, Ahad, menyita pengunjung Grand Mal Batam.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
