Empat astronaut tiba di stasiun luar angkasa

id SpaceX,stasiun luar angkasa ,ISS,NASA,Ameriika Serikat

Empat astronaut  tiba di stasiun luar angkasa

Roket SpaceX Falcon 9, yang membawa empat astronot pada misi awak komersial operasional pertama NASA diluncurkan di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, Minggu (15/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Thom Baur/wsj.

Washington (ANTARA) - Empat astronaut yang menaiki pesawat luar angkasa rancangan baru SpaceX, milik Elon Musk, berlabuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Senin (16/11) malam.

Penerbangan itu merupakan misi berawak pertama yang dibawa dengan kapsul antariksa milik swasta yang dibeli oleh NASA.

Kapsul Crew Dragon SpaceX, yang dijuluki Resilience (Ketahanan) oleh tiga awak Amerika dan satu astronaut Jepang, merapat di stasiun pada pukul 23.01 EST (04.01 GMT), 27 jam setelah diluncurkan di atas roket Falcon 9 dari Cape Canaveral, Florida.

Stasiun luar angkasa tersebut, yang merupakan laboratorium orbital sejauh 400 kilometer di atas Bumi, akan menjadi tempat tinggal mereka selama enam bulan ke depan.

Setelah itu, satu tim astronaut lain dengan kapsul Crew Dragon akan menggantikan mereka.

Rotasi akan berlanjut hingga Boeing bergabung dengan program tersebut melalui pengerahan pesawat luar angkasa miliknya akhir tahun depan.

Para awak Resilience adalah komandan Crew Dragon Mike Hopkins dan dua astronaut NASA lainnya, yaitu pilot misi Victor Glover dan fisikawan Shannon Walker serta astronaut Jepang Soichi Noguchi.

Bagi Noguchi, misi kali merupakan perjalanan ketiganya ke luar angkasa. Sebelumnya, ia terbang ke angkasa luar dengan pesawat ulang-alik milik Amerika Serikat pada 2005 dan Soyuz pada 2009.

Satu astronaut AS dan dua kosmonot Rusia sudah terlebih dahulu berada di ISS melalui misi sebelumnya.

"Selamat datang di ISS. Kami tidak sabar menunggu Anda bergabung," kata Kate Rubins, astronaut AS yang sudah berada di stasiun luar angkasa itu.

Sebelum menerima sertifikasi penerbangan dari NASA minggu lalu, Crew Dragon SpaceX telah sekitar satu dasawarsa dikembangkan di bawah program publik-swasta NASA.

Program itu dimulai pada 2011 guna menghidupkan kembali kemampuan NASA untuk menerbangkan manusia ke luar angkasa.

Peluncuran pada Minggu (15/11) malam menandai misi operasional pertama SpaceX untuk NASA di bawah program tersebut.

SpaceX pada musim panas tahun ini telah melakukan uji terbang yang diawaki dua astronaut AS.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar