Ratusan orang ikuti Workshop Paradigma Titik Akhir Blok Rokan
Kamis, 8 April 2021 15:47 WIB
Kegiatan Workshop Paradigma Titik Akhir Blok Rokan yang ditaja Akri Institute. (HO / Nurjali)
Batam (ANTARA) - Workshop Paradigma Titik Akhir Blok Rokan yang ditaja Akri Institute pada Kamis (8/4) dengan ‘Penguatan Ekonomi Masyarakat Riau’ yang berlangsung sejak pagi dihadiri seratus lebih peserta dari berbagai kalangan, melalui offline dan online.
“Workshop dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ada peserta yang offline dengan pembatasan sesuai prokes, dan ada juga peserta secara daring. Untuk offline berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, dan online melalui aplikasi zoom dan streaming di Youtube,” ungkap CEO Akri Institute, Peri Akri kepada Antara, Kamis.
Peri Akri mengungkapkan, Blok Rokan merupakan penghasil minyak terbesar secara nasional.
Blok Rokan berada di tiga perempat wilayah Riau, dan paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, dan sebagian di Rohul.
"Akri Institute ini melihat sebuah peluang. Makanya kami mengangkat tema penguatan ekonomi masyarakat Riau,” ungkap Peri Akri.
Menurutnya Provinsi Riau sudah lama menjadi center energi fosil. Tapi sayangnya manfaat dari hal tersebut, belum bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat.
"Makanya kali ini kami mengundang sejumlah pembicara dan penanggap. Di antaranya Bupati Rohil dan Ketua LAM Riau,” lanjutnya.
Adapun peluang pada Blok Rokan tersebut membuka peluang kontribusi masyarakat dengan peran masing-masing.
“Jadi ini kami melihat sudah saatnya kita memaksimalkan multiplier effect dari Blok Rokan ini bagi Riau. Tentunya dengan political will yang kuat,” ungkap Peri.
“Workshop dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ada peserta yang offline dengan pembatasan sesuai prokes, dan ada juga peserta secara daring. Untuk offline berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, dan online melalui aplikasi zoom dan streaming di Youtube,” ungkap CEO Akri Institute, Peri Akri kepada Antara, Kamis.
Peri Akri mengungkapkan, Blok Rokan merupakan penghasil minyak terbesar secara nasional.
Blok Rokan berada di tiga perempat wilayah Riau, dan paling banyak di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, dan sebagian di Rohul.
"Akri Institute ini melihat sebuah peluang. Makanya kami mengangkat tema penguatan ekonomi masyarakat Riau,” ungkap Peri Akri.
Menurutnya Provinsi Riau sudah lama menjadi center energi fosil. Tapi sayangnya manfaat dari hal tersebut, belum bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat.
"Makanya kali ini kami mengundang sejumlah pembicara dan penanggap. Di antaranya Bupati Rohil dan Ketua LAM Riau,” lanjutnya.
Adapun peluang pada Blok Rokan tersebut membuka peluang kontribusi masyarakat dengan peran masing-masing.
“Jadi ini kami melihat sudah saatnya kita memaksimalkan multiplier effect dari Blok Rokan ini bagi Riau. Tentunya dengan political will yang kuat,” ungkap Peri.
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes catat siswa terdampak keracunan MBG di Kudus bertambah jadi 118 orang
29 January 2026 16:07 WIB
BIB: Pergerakan penumpang di Hang Nadim pada akhir tahun capai 173 ribu orang
01 January 2026 8:41 WIB
Dinkes Kepri: Jumlah pendaftar program cek kesehatan gratis capai 321.196 orang
26 December 2025 11:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Disnaker Batam catat penerimaan Rp44,8 miliar dari Retribusi tenaga kerja asing
29 January 2026 15:51 WIB
Garuda siapkan maskapai Citilink layani penerbangan di Bandara Tanjungpinang
29 January 2026 12:00 WIB