Warga sayangkan sikap Dishub Lingga seperti kebakaran jenggot
Kamis, 18 November 2021 18:51 WIB
Proyek Pelabuhan Roro di Desa Jagoh Kecamatan Singkepbarat (ANTARA/Nurjali/Dok Pribadi)
Lingga (ANTARA) - Tokoh masyarakat Singkepbarat, Kabupaten Lingga, Suryadi menyayangkan sikap dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga yang terlihat seperti kebakaran jenggot dalam menanggapi kritik dari masyarakat, yang menginginkan agar Pelabuhan Roro Jagoh, di Kecamatan Singkepbarat dapat dikerjakan secara maksimal.
"Sebagai masyarakat kami memberikan kritik tentu melihat dari aspek sosial dan ekonomi, dan tidak ada satu kalimatpun yang kami sampaikan bahwa proyek itu mangkrak, anehnya Dishub seperti kebakaran jenggot," ujar Suryadi menanggapi klarifikasi Dishub Lingga disalah satu media online.
Selain itu dirinya juga menyayangkan jika masih ada OPD di Kabupaten Lingga yang anti kritik, padahal beberapa waktu yang lalu Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga menyampaikan ke publik bahwa minta agar pemerintahannya dikritik.
Tujuan kritik tersebut, tentunya untuk pembangunan Kabupaten Lingga yang lebih baik, dan menurutnya apa yang menjadikan keinginan masyarakat untuk pembangunan Pelabuhan Roro agar dilakukan secara maksimal sangat beralasan.
"Ini menyangkut dapur masyarakat, di tengah kondisi ekonomi yang saat ini sedang terpuruk tentunya fasilitas yang murah seperti kapal roro sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.
Hal tersebut juga sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo, yang ingin infrastruktur penghubung antar daerah dapat benar-benar dimaksimalkan. Sesuai dengan nawacita pemerintah yaitu program Tol Laut.
"Intinya kita sama-sama tahu saja, kalau soal aspek hukum saya kira pihak-pihak berwenang lebih paham, kami sebagai masyarakat hanya ingin infrastruktur tersebut dikerjakan secara maksimal," jelasnya.
Proyek senilai Rp6,4 milyar tersebut, dikerjakan oleh PT. Sumber Cipta Yoenanda yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lingga, tahun anggaran 2021 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.
"Sebagai masyarakat kami memberikan kritik tentu melihat dari aspek sosial dan ekonomi, dan tidak ada satu kalimatpun yang kami sampaikan bahwa proyek itu mangkrak, anehnya Dishub seperti kebakaran jenggot," ujar Suryadi menanggapi klarifikasi Dishub Lingga disalah satu media online.
Selain itu dirinya juga menyayangkan jika masih ada OPD di Kabupaten Lingga yang anti kritik, padahal beberapa waktu yang lalu Bupati Lingga dan Wakil Bupati Lingga menyampaikan ke publik bahwa minta agar pemerintahannya dikritik.
Tujuan kritik tersebut, tentunya untuk pembangunan Kabupaten Lingga yang lebih baik, dan menurutnya apa yang menjadikan keinginan masyarakat untuk pembangunan Pelabuhan Roro agar dilakukan secara maksimal sangat beralasan.
"Ini menyangkut dapur masyarakat, di tengah kondisi ekonomi yang saat ini sedang terpuruk tentunya fasilitas yang murah seperti kapal roro sangat dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya.
Hal tersebut juga sesuai dengan cita-cita Presiden Joko Widodo, yang ingin infrastruktur penghubung antar daerah dapat benar-benar dimaksimalkan. Sesuai dengan nawacita pemerintah yaitu program Tol Laut.
"Intinya kita sama-sama tahu saja, kalau soal aspek hukum saya kira pihak-pihak berwenang lebih paham, kami sebagai masyarakat hanya ingin infrastruktur tersebut dikerjakan secara maksimal," jelasnya.
Proyek senilai Rp6,4 milyar tersebut, dikerjakan oleh PT. Sumber Cipta Yoenanda yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lingga, tahun anggaran 2021 pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.
Pewarta : Nurjali
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP sayangkan tuduhan rekayasa pemenang lelang kerja sama Pelabuhan Batam Center
22 May 2024 10:46 WIB, 2024
KPK sayangkan pernyataan kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe terkait hukum adat
11 October 2022 15:50 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Polres Lingga tanam 200 bibit pohon pisang guna dukung program ketahanan pangan
31 January 2026 16:18 WIB