Projo Kepri sayangkan kondisi politik di Bintan

id Projo Kepri sayangkan kondisi politik di Bintan

Projo Kepri sayangkan kondisi politik di Bintan

Tan Edi, SH ketua Projo Tanjungpinang (Nurjali / HO)

Bintan (ANTARA) - Koordinator wilayah relawan Pro Jokowi (Projo) Kepulauan Riau yang juga ketua Projo Kota Tanjungpinang, sayangkan kondisi politik pada Pemilu kepala daerah di Kabupaten Bintan, yang besar kemungkinan akan melawan kotak kosong karena tidak adilnya seorang petahana yang memborong hampir seluruh kursi di DPRD Bintan untuk menjadi partai pengusungnya.

"Ini sama juga mematikan demokrasi di Kepulauan Riau, dan ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita reformasi dan keinginan rakyat," sebut Ketua Projo Tanjungpinang Tan Edi, kepada Antara.

Menurutnya seharusnya petahana dan partai politik di Kabupaten Bintan yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Bintan, dapat memberikan peluang kepada kader-kadernya atau calon lain yang ingin bertarung di Kabupaten Bintan.

Dirinya juga menyayangkan dua partai yang tidak konsisten mendukung pasangan Awe-Dalmasri, yang sudah didukung oleh Partai Nasdem untuk maju sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Bintan, karena mencabut dukungannya di tengah jalan dan menjelang hari-hari terakhir pendaftaran calon.

"Dengan kejadian ini, kami menilai demokrasi sudah dikerdilkan di Bintan, seharusnya putra-putra terbaik di Kabupaten Bintan juga diberi kesempatan untuk dipilih," sebutnya.

Selain itu dirinya juga menilai ada kegagalan kaderisasi yang dilakukan oleh partai politik di Kabupaten Bintan.

“Percuma partai politik itu membuka pendaftaran calon kepala daerah, toh akhirnya begini. Mereka lupa fungsi, sebagai sarana pendidikan politik,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan partai yang kompak memberikan dukungannya kepada satu pasangan calon membuat identitas partai politik sebagai produk reformasi, telah gagal menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan gagal menciptakan kader yang dipilih untuk jadi pemimpin.

“Ke depan partai politik harus lebih serius melakukan kaderisasi kepemimpinan di internal mereka,” tutupnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar