PBNU kerja sama dengan lembaga internasional CSCV
Sabtu, 21 Mei 2022 16:16 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf. ANTARA/HO-PDIP
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjalin kerja sama dengan lembaga internasional Center for Shared Civilizational Values (CSCV) untuk mendukung kegiatan berskala internasional.
"Lembaga ini sebelumnya telah mendukung kegiatan-kegiatan NU secara internasional," kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Dijelaskan pula bahwa center for shared civilizational values atau pusat nilai-nilai keberadaban bersama merupakan lembaga didirikan tahun 2021 di North Carolina, Amerika Serikat, oleh K.H. Mustofa Bisri.
Penandatangan nota kesepahaman telah dilakukan saat pembukaan Konferensi Besar NU di Jakarta, Jumat (20/5) malam.
Selain itu, kerja sama dengan CSCV juga untuk menyukseskan agenda dua konferensi internasional disiapkan menjelang satu abad NU.
"Tahun depan, NU berusia 100 tahun, PBNU mencanangkan satu serial dan program-program untuk menyongsong usia itu," katanya.
Gus Yahya menjelaskan bahwa rencana kegiatan itu berupa konferensi internasional para pemimpin agama seluruh dunia, yang pelaksanaannya berdekatan dengan kegiatan G20 pada bulan November 2022.
"Kegiatan itu bernama R20 atau religion twenty," ujarnya.
Gus Yahya melanjutkan konferensi selanjutnya yakni konferensi internasional tentang fikih peradaban.
"Dua agenda itu saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia terkait dengan berbagai kemelut yang melanda dan sampai saat ini belum didapatkan solusinya," ungkapnya.
"Lembaga ini sebelumnya telah mendukung kegiatan-kegiatan NU secara internasional," kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Dijelaskan pula bahwa center for shared civilizational values atau pusat nilai-nilai keberadaban bersama merupakan lembaga didirikan tahun 2021 di North Carolina, Amerika Serikat, oleh K.H. Mustofa Bisri.
Penandatangan nota kesepahaman telah dilakukan saat pembukaan Konferensi Besar NU di Jakarta, Jumat (20/5) malam.
Selain itu, kerja sama dengan CSCV juga untuk menyukseskan agenda dua konferensi internasional disiapkan menjelang satu abad NU.
"Tahun depan, NU berusia 100 tahun, PBNU mencanangkan satu serial dan program-program untuk menyongsong usia itu," katanya.
Gus Yahya menjelaskan bahwa rencana kegiatan itu berupa konferensi internasional para pemimpin agama seluruh dunia, yang pelaksanaannya berdekatan dengan kegiatan G20 pada bulan November 2022.
"Kegiatan itu bernama R20 atau religion twenty," ujarnya.
Gus Yahya melanjutkan konferensi selanjutnya yakni konferensi internasional tentang fikih peradaban.
"Dua agenda itu saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia terkait dengan berbagai kemelut yang melanda dan sampai saat ini belum didapatkan solusinya," ungkapnya.
Pewarta : Fauzi
Editor : Nikolas Panama
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Bapanas siapkan hotline pengaduan pelanggaran harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
12 February 2026 7:19 WIB