PMI-BPBD Natuna tandatangani kerja sama mitigasi bencana
Kamis, 1 Desember 2022 14:47 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PMI dan BPBD Natuna di Ranai, Natuna, Kepri, Selasa (29/11/2022). (ANTARA/HO-PMI Natuna)
Natuna (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau melakukan penandatangan perjanjian kerja sama terkait dengan penanggulangan bencana di daerah tersebut.
"Pada Selasa, 29 November 2022 di Kantor BPBD Natuna, telah dilaksanakan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara BPBD Natuna dan PMI Natuna di bidang penanggulangan bencana," kata Ketua PMI Natuna Suhelmi di Natuna, Kamis.
Ia menjelaskan kedua belah pihak telah bersepakat untuk saling bekerja sama dan sama sama berkomitmen yang dibuktikan dengan ditandatangani langsung oleh Raja Darmika selaku Kepala Pelaksana BPBD dan Suhelmi selaku Ketua PMI Natuna.
"Ke depan kolaborasi dan sinergitas diharapkan bisa saling mengisi dan melengkapi," katanya.
Ia juga mengatakan sejatinya antara PMI dan BPBD memiliki tupoksi yang sama, yakni mencegah dan meminimalisasi potensi bencana serta menangani dampak bencana.
"Selain itu, peningkatan kapasitas dan mitigasi struktural maupun nonstruktural," ujarnya.
Ia juga berharap, dengan adanya komitmen bersama tersebut, segala sesuatu yang mungkin terjadi dapat diantisipasi dan kejadian dapat ditanggulangi bersama.
"Serta pemulihan kondisi fisik serta psikologi masyarakat yang berdampak dapat kita selesaikan secara bersama dan berkelanjutan," katanya.
Di Natuna, menurutnya, ada beberapa potensi kerawanan bencana alam, di antaranya banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika menyambut baik hal tersebut karena penanganan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Bencana urusan kita bersama," ujarnya.
"Pada Selasa, 29 November 2022 di Kantor BPBD Natuna, telah dilaksanakan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara BPBD Natuna dan PMI Natuna di bidang penanggulangan bencana," kata Ketua PMI Natuna Suhelmi di Natuna, Kamis.
Ia menjelaskan kedua belah pihak telah bersepakat untuk saling bekerja sama dan sama sama berkomitmen yang dibuktikan dengan ditandatangani langsung oleh Raja Darmika selaku Kepala Pelaksana BPBD dan Suhelmi selaku Ketua PMI Natuna.
"Ke depan kolaborasi dan sinergitas diharapkan bisa saling mengisi dan melengkapi," katanya.
Ia juga mengatakan sejatinya antara PMI dan BPBD memiliki tupoksi yang sama, yakni mencegah dan meminimalisasi potensi bencana serta menangani dampak bencana.
"Selain itu, peningkatan kapasitas dan mitigasi struktural maupun nonstruktural," ujarnya.
Ia juga berharap, dengan adanya komitmen bersama tersebut, segala sesuatu yang mungkin terjadi dapat diantisipasi dan kejadian dapat ditanggulangi bersama.
"Serta pemulihan kondisi fisik serta psikologi masyarakat yang berdampak dapat kita selesaikan secara bersama dan berkelanjutan," katanya.
Di Natuna, menurutnya, ada beberapa potensi kerawanan bencana alam, di antaranya banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Natuna Raja Darmika menyambut baik hal tersebut karena penanganan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak.
"Bencana urusan kita bersama," ujarnya.
Pewarta : Cherman
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rumah sakit BP Batam hadirkan layanan intervensi penyakit jantung bawaan dewasa
07 February 2026 14:18 WIB
Disbudpar Batam sebut transportasi AirFish tambah daya tarik wisman Singapura
07 February 2026 11:30 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Kasus dugaan penendangan kucing hingga mati di Blora masuk ke tahap penyidikan
07 February 2026 15:33 WIB
BNNP Kepri gagalkan peredaran 4,9 Kg sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah
07 February 2026 10:20 WIB
KPK ungkap tangkap 17 orang dalam OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu
05 February 2026 16:25 WIB
Tim gabungan gagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp11 miliar di Batam
05 February 2026 10:12 WIB