Pemkab Karimun Diminta Optimalkan Hilir Pertanian
Jumat, 8 Oktober 2010 22:55 WIB
Karimun (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, diminta mengoptimalkan pembangunan industri hilir sektor pertanian karena berpotensi meningkatkan penghasilan kalangan petani.
"Pembangunan industri hilir atau industri turunan dari sektor pertanian akan mampu meningkatkan penghasilan kalangan petani," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah, di Tanjung Balai Karimun, Jumat 8 Oktober 2010.
Menurut dia, selama ini petani cenderung menjual hasil panen berbentuk bahan mentah ke pasaran. Kondisi tersebut tidak mampu melipatgandakan penghasilan karena harganya relatif kecil.
Padahal, katanya, jika hasil panen diolah menjadi produk tertentu maka mampu menyejahterakana petani dan menghidupkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Dia mencontohkan komoditas singkong, jika diolah menjadi keripik singkong yang dikemas dengan menarik, maka nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan dijual berbentuk bahan mentah.
"Pengamatan kami di Pulau Jawa, pembangunan industri hilir berhasil menghidupkan perekonomian masyarakat," katanya.
Dia mengatakan saat berkunjung ke Ambon beberapa waktu lalu, buah nanas bisa diolah menjadi keripik yang sudah merambah ke swalayan.
"Petani dapat mengolah sendiri atau bermitra dengan pelaku UKM selanjutnya produk yang dihasilkan dipasarkan koperasi yang dikelola Dinas Koperasi," katanya.
Nanas yang semula harganya Rp2.000 per buah, katanya, bisa meningkat menjadi Rp5.000 setelah diolah menjadi keripik dan dijual kepada pelaku UKM. Selanjutnya, pelaku UKM membungkus keripik tersebut dengan kemasan menarik dan dijual ke koperasi dengan harga Rp7.000.
"Koperasi kemudian menjualnya ke swalayan dengan harga Rp10.000. Keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk program pembinaan dan penambahan modal," tuturnya.
Menurut dia, pola seperti itu belum diterapkan di Karimun sehingga penghasilan petani tidak pernah meningkat, sedangkan pelaku UKM bekerja sendiri dalam memasarkan produk yang bahan mentahnya dibeli dari petani.
"Kerja sama sinergi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Koperasi sangat penting dalam menerapkan program tersebut," katanya. (ANT-028/B015/Btm1)
"Pembangunan industri hilir atau industri turunan dari sektor pertanian akan mampu meningkatkan penghasilan kalangan petani," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah, di Tanjung Balai Karimun, Jumat 8 Oktober 2010.
Menurut dia, selama ini petani cenderung menjual hasil panen berbentuk bahan mentah ke pasaran. Kondisi tersebut tidak mampu melipatgandakan penghasilan karena harganya relatif kecil.
Padahal, katanya, jika hasil panen diolah menjadi produk tertentu maka mampu menyejahterakana petani dan menghidupkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
Dia mencontohkan komoditas singkong, jika diolah menjadi keripik singkong yang dikemas dengan menarik, maka nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan dijual berbentuk bahan mentah.
"Pengamatan kami di Pulau Jawa, pembangunan industri hilir berhasil menghidupkan perekonomian masyarakat," katanya.
Dia mengatakan saat berkunjung ke Ambon beberapa waktu lalu, buah nanas bisa diolah menjadi keripik yang sudah merambah ke swalayan.
"Petani dapat mengolah sendiri atau bermitra dengan pelaku UKM selanjutnya produk yang dihasilkan dipasarkan koperasi yang dikelola Dinas Koperasi," katanya.
Nanas yang semula harganya Rp2.000 per buah, katanya, bisa meningkat menjadi Rp5.000 setelah diolah menjadi keripik dan dijual kepada pelaku UKM. Selanjutnya, pelaku UKM membungkus keripik tersebut dengan kemasan menarik dan dijual ke koperasi dengan harga Rp7.000.
"Koperasi kemudian menjualnya ke swalayan dengan harga Rp10.000. Keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk program pembinaan dan penambahan modal," tuturnya.
Menurut dia, pola seperti itu belum diterapkan di Karimun sehingga penghasilan petani tidak pernah meningkat, sedangkan pelaku UKM bekerja sendiri dalam memasarkan produk yang bahan mentahnya dibeli dari petani.
"Kerja sama sinergi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Koperasi sangat penting dalam menerapkan program tersebut," katanya. (ANT-028/B015/Btm1)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bahas tantangan investasi dan hilirisasi pasir kuarsa, Ketum HIPKI Temui Wamen Investasi dan Hilirisasi
04 February 2025 12:18 WIB, 2025
Pemkot Batam siapkan langkah strategis untuk kelola sampah dari hulu-hilir
30 January 2025 15:36 WIB, 2025
Polisi temukan jasad warga korban diterkam buaya di Inderagiri Hilir
23 October 2024 16:13 WIB, 2024
Bareskrim petakan hulu-hilir penyeludupan benih bening lobster jaringan darat
18 October 2024 6:40 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Satgas Pangan Natuna sidak pasar, pantau harga pangan jelang Imlek dan Ramadhan
14 February 2026 15:04 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB